Kendal - Jawa Tengah

Senin, 01 Juni 2026

HYPNOTEACHING POST 2

7:22:00 PM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments


HYPNOTEACHING (POST 2) 

Oleh: M. Juharuddin 

Spotlight/005/1/IX/2025 

Edisi September 2025 

Alam bawah sadar cenderung aktif terus menerus, bahkan saat tidur sekalipun. Bahkan alam bawah sadar tidak bisa membedakan benar dan salah, tugasnya hanya menyerap informasi saja. Maka, doktrin tentang paham-paham dan ajaran kehidupan dalam kondisi emosional tertentu (pada gelombang Theta) sangat mudah masuk ke alam bawah sadar dan menjadi pola hidup. Alam bawah sadar bekerja otomatis melalui pengulangan-pengulangan kalimat atau sesuatu (kejadian/emosi) yang disaksikan sehari-hari. Seperti contoh: kebiasaan menyikat gigi otomatis, tidur dan bangun pada jam tertentu, ibadah tepat waktu dan lain sebagainya. Termasuk orang yang mengalami trauma, phobia, atau bahkan ketakutan yang tidak jelas asalnya, itu semua adalah respon tubuh atas informasi atau kebiasaan yang sudah tersimpan di alam bawah sadar. Contoh lain seperti: keyakinan diri, mimpi, dan intuisi semua adalah atas pengaruh dan proyeksi alam bawah sadar.

Ketiga: Alam Tidak Sadar (Unconscious Mind) 

Disebut juga gelombang otak Delta dengan aktifitas listrik 3,9 - 0,1 Hz. Pikiran atau alam tidak sadar dalam konteks psikologi (teori kepribadian Sigmund Freud) merupakan bagian pikiran yang berisi dorongan, keinginan, dan ingatan yang ditekan dan tidak dapat diakses oleh pikiran sadar karena alasan tertentu. Seperti pengalaman atau sifat yang tidak menyenangkan, atau bahkan kejadian yang menimbulkan traumatis. Seseorang berada pada gelombang Delta adalah pada saat tidur nyenyak sangat dalam tanpa mimpi. Meski informasi di dalam pikiran tidak sadar tidak bisa diakses oleh pikiran sadar namun memiliki peran untuk pemulihan fisik dan mental, meregenerasi sel dalam tubuh, dan penyembuhan terhadap penyakit.

Keempat: Alam Kesadaran Puncak (Gelombang Otak Gamma)

Alam Kesadaran Puncak atau biasa disebut dengan Gelombang Otak Gamma dengan aktifitas listrik 100-30 Hz. Pada kondisi ini seseorang mengalami tingkatan fokus yang sangat tinggi, mencapai kesadaran puncak, dan intuisi yang sangat tajam. Gelombang gamma adalah “aha moment” dimana seseorang sedang mengalami aktivitas spiritual yang dalam. Para ahli masih terus meneliti terkait gelombang gamma ini, namun diyakini bahwa gelombang gamma terkait dengan kecerdasan dan kesadaran yang tinggi.

Dalam dunia hipnosis yang paling sering dibahas adalah alam sadar dan alam bawah sadar, karena meskipun memiliki gelombang listrik yang berbeda keduanya tentu saling terkait (saling memengaruhi). Hubungan antara keduanya ibarat pengemudi “alam sadar” dan mesinnya “alam bawah sadar”. Dari penjelasan di atas total ada lima gelombang pikiran: Beta, Alpha, Theta, Delta, dan Gamma. Otak manusia bisa berpindah antar gelombang sesuai aktifitas, namun untuk keperluan hypnosis dalam hal ini adalah hypnoteaching paling banyak dimanfaatkan nantinya adalah Alpha dan Theta (alam bawah sadar) karena alam bawah sadar adalah pusat emosi, memori, dan kebiasaan otomatis. Sedangkan alam sadar adalah logika dan kendali saat ini. Pada praktik hypnoteaching ini akses dan pengelolaan alam bawah sadar akan melalui afirmasi positif, relaksasi (meditasi sederhana), dan sugesti-sugesti hipnosis yang diperlukan.

Selanjutnya kita bahas tentang tahapan pelaksanaan hypnoteaching. Prinsipnya sama dengan urutan melakukan hipnosis, yaitu: Pre Induction, Induction, Deepening, Depth Level Test, Teaching Suggestion, Teaching Termination, Post Teaching Hypnotic, Normal. Kami akan ulas satu persatu tahapan pelaksanaan hypnoteaching diatas.

Tahapan melakukan hypnoteaching sebagaimana disebutkan di atas, terdiri dari beberapa fase utama, dilakukan secara sistematis peserta didik merasa aman, nyaman, dan proses mengajar juga efektif. Berikut penjelasan tahapan hypnoteaching: 

1. Pre-Induction (Pre-Talk/Pra-Pembicaraan)

Sebagaimana telah disinggung di awal pembahasan pada artikel ini. Ketika seorang guru/pendidik hendak menerapkan hypnoteaching dalam teknik pengajarannya, maka dari situ pula dia harus sudah memulai tahapan awal hypnoteaching yaitu Pre-Induction (Pre-Talk). Ini adalah tahapan sebelum seseorang memulai praktek mengajar dengan hypnoteaching. 

Kita bahas dulu Pre-Induction dalam konteks keseharian di sekolah, semua hal yang diterapkan seorang guru harus mencerminkan perilaku positif mulai dari tutur katanya, sikapnya, penampilannya, pembawaannya, dan karakter lain yang menjadi konsumsi publik harus benar-benar diperhatikan. Secara tidak langsung dengan dimikian seorang guru telah menjelaskan kepada semua warga sekolah, tentu terutama adalah peserta didik bahwa guru tersebut adalah refleksi guru ideal. Kepercayaan peserta didik akan tumbuh kepada sosok guru tersebut dengan melihat karakter dan pembawaannya. 

Pada saat mengajar di kelas Pra-Induksi bertujuan untuk menjelaskan kepada peserta didik apa itu hypnoteaching, meluruskan anggapan atau mitos tentang hipnosis, seperti; “hipnosis bukan tidur atau kehilangan kontrol penuh”. Seorang guru berusaha menumbuhkan rasa percaya peserta didiknya. Pada tahap Pra-Induksi jugalah dilakukan anamnesis (yaitu penggalian informasi di kelas itu, apa problem di kelas itu, apa saja kendala belajar yang dihadapi baik secara umum maupun individu, lalu jelaskan juga riwayat dan tujuan penerapan hypnoteaching). Guru bisa bertanya secara langsung atau menyebar angket sederhana, karena data ini nanti yang akan digunakan untuk membangun sugesti pada pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Pada tahap Pra-Induksi ini seorang guru dapat melakukan banyak variasi, inovasi, dan berbagai trik untuk menumbuhkan kepercayaan dan kenyamanan peserta didik. Sambil memelajari bagaimana kondisi kelas itu, apa kendala belajarnya, metode seperti apa yang paling tepat dilakukan dan sugesti seperti apa nantinya yang akan diberikan.

Pada tahap Pra-Induksi gunakanlah kata-kata yang tepat karena di sinilah penentu awal keberhasilah hypnoteaching. Jika gagal memeroleh simpatik, kepercayaan, dan kenyamanan peserta didik. Maka, bisa dipastikan tahap berikutnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Begitupun sebaliknya, jika Pra-Induksi ini berhasil pastilah tahap berikutnya akan dengan mudah dilakukan dan peserta didik bisa mengikuti dengan sangat baik. Rubahlah pandangan peserta didik dengan kalimat yang membuat mereka nyaman dan mengena di hati.

Pada tahap ini, pastikan guru menggunakan komunikasi yang efektif dan singkron antara guru dan peserta didik, gunakan kata yang sederhana dan mudah dimengerti peserta didik, agar peserta didik mampu “beresonansi” (potensi otak mendengar pesan yang dimaksud).

Guru juga bisa memberi game-game sederhana, untuk meningkatkan antusias peserta didik, juga memastikan pikiran peserta didik terfokus kepada guru.

Lama dan tidaknya tahap Pra-Induksi bukan menjadi ukuran. Tergantung seberapa piawai guru memengaruhi dan menyita perhatian peserta didiknya. Salah satu tanda siswa terfokus pada guru yaitu seisi ruangan terdiam mendengarkan, dan minim gerakan.

Setelah peserta didik masuk ke dalam pengaruh guru, bisa menerima penjelasan dan siap untuk ke tahap berikunya. Guru bisa memberikan relaksasi sederhana, sepeti relaksasi “Comfortable Place” yaitu menuntun peserta didik untuk bervisualisasi seolah dia sedang berada di tempat yang nyaman, hatinya tenang, dan kejernihan pikirannya terbuka. 

Contoh skrip: “Duduk dengan relaks, pejamkan mata. Perhatikan dan bayangkan apa yang saya ucapkan, saat ini kamu berada ditempat yang sangat nyaman, tempat dimana kamu bisa merasa tenang. Udaranya sejuk, langitnya biru cerah, pemandangan di sekeliling dipenuhi hijau daun dan rerumputan.

Duduklah di tempat itu, hiruplah nafas dengan dalam, rasakan kesegarannya memenuhi dada dan menyebar ke seluruh tubuh. Di tempat itu pikiranmu benar-benar terbuka, semua beban dan kendala hilang seketika. Tetap dalam kondisi nyaman seperti ini selama 5 menit kedepan”.

Setelah dirasa cukup, guru bisa memerintahkan peserta didik untuk kembali membuka mata dan bernafas dengan lega.

Atau bisa juga dengan teknik “Touching sincerity” yaitu menyentuh sisi keikhlasan setiap individu peserta didik untuk benar-benar dengan hati tulus ikhlas mengikuti semua proses kegiatan belajar mengajar dengan metode hypnoteaching ini. Caranya: mintalah peserta didik untuk duduk tegak dan santai di kursi, pejamkan mata dan sentuh dada kiri dengan menggunakan telapak tangan kanan, seraya guru menuntunnya dengan kalimat skrip. Contoh: “rasakan suasana hatimu dan temukan rasa ikhlas di dalamnya, rasakan bahwa hatimu benar-benar terasa ikhlas tenang dan nyaman. Selami lebih dalam lagi dan rasakan keikhlasan itu sangat dalam, menyebar ke seluruh anggota tubuhmu”. Jika dirasa cukup bisa menyuruh peserta didik untuk selesai namun dengan tetap mengikuti semua rangkaian kegiatan belajar mengajar dengan senang hati dan ikhlas.

Jika informasi di tahap Pra-Induksi dirasa cukup, dan peserta didik sudah siap menerima tahap berikutnya barulah guru melangkah ke tahapan berikutnya yatiu “Induksi”. 

2. Induction

Tahap ini adalah proses membawa peserta didik masuk ke kondisi trance, yaitu dimana gelombang otak lebih rileks. Pengajar (guru/dosen) bisa memilih teknik yang akan digunakan, karena pada tahap ini tekniknya beragam. Akan kami berikan beberapa contoh dalam pelaksanaan induction. 

Induksi Peogresif

Yaitu relaksasi seluruh tubuh, dari kepala hingga kaki. 

Pastikan seluruh peserta didik telah siap menerima skrip dari guru. Jika guru belum terbiasa baiknya skrip ditulis atau dirancang terlebih dahulu, namun jika sudah terbiasa cukup membuat tancangan kasar/step by stepnya saja. Pada saat pemberian sugesti bisa berjalan otomatis dengan tetap mempertimbangkan kualitas bahasa yang disampaikan. 

Contoh skrip: 

“Duduklah dengan normal dan nyaman, sandarkan tubuh pada kursi. Rasakan seluruh tubuhmu rileks dari kepala hingga kaki. Otot-ototnya santai, dan semua sistem di dalam tubuhmu bekerja dengan sangat baik. Bernafaslah dengan normal dan sangat ringan. Buatlah suasana hati terasa damai, dan pikiran sangat tenang. Semakin kamu merakan kenyamanan. Maka, semakin kamu masuk ke alam bawah sadar. Masuki alam bawah sadarmu seiring rasa damai dan tentram yang kamu rasakan. Semakin dalam dan semakin dalam. Bagus sekali, tetap berada di alam bawah sadar, dan terus fokus pada apa yang saya sampaikan”. 

Cara lain adalah Focus on view

(Fokus pandangan)

Yaitu dengan memerintahkan peserta didik untuk fokus pada satu titik pandang. Contoh: siswa diperintahkan untuk menaruh jari telunjuknya sekitar 30 cm didepan mata, tepat di tengah-tengah antara kedua mata. Suruh peserta didik fokus pada ujung jari telunjuk, dan perintahkan semakin perlahan jari telunjuk maju mendekati mata tepat di tengah antara kedua mata. Semakin dekat dan tetap fokus memandang ujung jari telunjuk.  

Contoh skrip: 

“Taruh telunjuk jarimu tepat di depan matamu, taruh kurang lebih jarak 30 CM. Pandangi ujung telunjuk jarimu, pandang dengan fokus, semakin kamu fokus memandang kedua matamu terasa capek sekali dan ingin segera memejamkan mata. Perlahan-lahan dekatkan jarimu ke arah mata, sambil terus fokus memandang ujung telunjuk jari. Dekatkan terus dan semakin dekat, semakin matamu lelah dan pejamkan mata. Bagus sekali, sekarang rasakan tubuhmu sangat pasrah dan nyaman, lalu masuki alam bawah sadarmu. Saat ini kamu berada pada alam bawah sadarmu, dimana kamu lebih siap menerima semua intruksi yang saya berikan”. 

Contoh teknik Induksi yang ketiga adalah dengan cara Hitungan Mundur. 

Pastikan peserta didik sudah duduk dengan nyaman, semuanya rapi, terkondisi dan siap dengan intruksi selanjutnya. Berikan penjelasan bahwa Anda (guru) akan menghitung mundur dari angka 7 ke angka 1.

Instruksikan dalam setiap hitungan peserta didik memasuki alam bawah sadarnya dengan lebih dalam dan lebih dalam.

Contoh skrip: 

“Duduk dengan nyaman dan tenang, pejamkan mata, dengarkan dan ikuti setiap intruksi yang saya berikan. Saya akan menghitung mundur dari angka 7 sampai dengan angka 1. Dalam setiap hitungan masuki alam bawah sadarmu dengan lebih dalam. Tujuh, rasakan seluruh tubuhmu terasa sangat nyaman. Enam, masuki alam bawah sadarmu, rasakan kondisi tubuhmu lebih tenang dan nyaman. Lima, lebih dalam lagi memasuki alam bawah sadarmu. Empat, semakin dalam kamu memasuki alam bawah sadarmu, semakin tenang dan sangat nyaman kamu rasakan. Tiga, saat ini kamu benar-benar berada di alam bawah sadar, dan tetap fokus dengan apa yang saya ucapkan. Dua, apa yang saya ucapkan semuanya terekam dengan sangat baik oleh alam bawah sadarmu. Satu, bagus sekali, tetap berada di kedalaman alam bawah sadar, dan terus ikuti apa yang saya sampaikan”.

3. Deepening (Pendalaman)

Setelah peserta didik memasuki kondisi trance (alam bawah sadar) tidak langsung diberikan perintah untuk kembali bangun dan menerima materi pembelajaran. Tapi guru melakukan pendalaman kembali agar perserta didik benar-benar masuk ke alam bawah sadar secara sempurna. 

Pendalaman sebenarnya hampir sama dengan induction. Seperti melalukan pengulangan terhadap visualisasi atau hitungan mundur yang dilakukan di induction tadi. Namun, saran kami (penulis) jika di proses induction guru menggunakan visualisasi maka di deepening lakukanlah dengan hitungan mundur, biar ada pembeda perintah dan keterukuran seberapa patuh peserta didik mengikuti petintah dari guru dengan beberapa teknik perintah memasuki kondisi trance yang berbeda.

Senin, 27 April 2026

HYPNOTEACHING POST 1

9:10:00 AM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments


HIPNOTEACHING (POST 1)

Oleh: M. Juharuddin

Sorotan/29/4/VIII/2025 | Edisi Agustus 2025

Sebelum membahas hypnoetaching, perlu kami beri sedikit gambaran tentang pengertian hipnosis secara umum. Hipnosis adalah kondisi mental seseorang dengan fokus perhatian yang sangat tinggi namun dengan kesadaran yang menurun. Dalam keadaan hipnosis, seseorang sangat terbuka terhadap sugesti, bahkan dapat dengan mudah mengalami perubahan diri, baik dari sisi persepsi, ingatan, maupun perilaku.

Menurut Sigmund Freud, hipnosis adalah suatu keadaan mental yang memungkinkan seseorang untuk mengakses pikiran bawah sadarnya. (Tertuang di dalam buku berjudul: “The Interpretation of Dreams”). 

Definisi lain mengatakan bahwa hipnosis adalah suatu keadaan mental yang ditandai dengan disosiasi antara kesadaran dan pikiran bawah sadar. (Pendapat “Piere Janet” dalam buku “The Mental State of Hystericals”).

Masyarakat sering kali menyalah artikan hipnosis sebagai sesuatu yang mistis atau bahkan supranatural, padahal kenyataannya hipnosis adalah sebuah teknik ilmiah yang sering digunakan oleh para profesional seperti para psikolog dan tenaga kesehatan medis (kedokteran). Pada prakteknya hipnosis menggunakan proses induksi trance atau penciptaan kondisi relaksasi yang dalam, dimana pada kondisi kedalaman trance tersebut seseorang lebih terbuka terhadap sugesti dan dapat mengakses pikiran bawah sadarnya.

Agar seseorang memasuki kondisi hipnosis, seorang terapis akan membantu membawanya ke dalam keadaan trance dengan menggunakan teknik relaksasi, visualisasi, atau sugesti verbal. Ketika seseorang sudah masuk dalam keadaan trance, ia akan lebih mudah mengatasi hambatannya, seperti masalah kecemasan, depresi, atau kecanduan.

Banyak penelitian ilmiah yang membuktikan hipnosis berperan efektif dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan mental dan fisik. Bahkan organisasi kesehatan dunia seperti “American Psichological Association” dan “British Society of Clinical Hypnosis” mengakui hipnosis sebagai metode terapi yang valid.

Jadi, hipnosis bukanlah hal mistis atau supranatural, melainkan sebuah teknik ilmiah yang dapat digunakan untuk membantu orang mengatasi masalah kesehatan, baik mental maupun fisik.

Nah, pada artikel ini kami akan mengkhususkan pembahasan hipnosis dalam kemanfaatannya di dunia pendidikan (proses belajar mengajar disekolah/satuan pendidikan), atau yang kita kenal dengan istilah hypnoteaching. Hypnoteaching terdiri dari dua kata yaitu “hypnosis/hipnosis” dan “teaching”. Hipnosis sebagaimana yang sudah kami uraikan secara definisi singkat dan peran kemanfaatannya. 

Mengenai kata “mengajar”, ​​tentu pembaca sudah tidak asing lagi, yaitu Merujuk pada kata mengajar = pengajaran, merupakan sebuah proses untuk membantu seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau nilai-nilai baru. Pengajaran dapat dilakukan dalam berbagai konteks atau tempat, baik di sekolah, universitas atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajaran bertujuan untuk memfasilitasi proses belajar peserta didik, juga membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan standar yang telah diterapkan. Pengajaran mencakup aktivitas yang luas, seperti menjelaskan konsep-konsep, memberi contoh atau model, pemaknaan, dan umpan balik, serta hal-hal lain yang terkait.

Dari ulasan singkat tentang hipnosis dan teaching, penggabungan dari dua kata tersebut, muncullah istilah hypnoteaching. Apa itu hypnoteaching?, bagaimana prakteknya?, apakah efektif? apakah setiap pengajar bisa menerapkannya?. 

Hypnoteaching sebenarnya adalah sebuah metode pembelajaran yang menggunakan teknik hipnosis untuk meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat informasi. Meskipun pada praktiknya nanti ada banyak teknik penerapn hypnoteaching dan beragam pengembangannya. Dalam hypnoetaching, hipnosis digunakan untuk membuat pikiran bawah sadar menjadi lebih terbuka dalam menerima informasi-informasi baru. Sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan efisien. Akan kami uraikan bagaimana hypnoteaching bekerja.

Tidak hanya pada saat seorang guru atau dosen di dalam kelas, namun juga penerapannya pada kalimat-kalimat yang lebih sugestif, efektif, positif dalam membentuk pola dan pergaulan sehari-hari antara guru dan peserta didik, antara dosen dan muridnya. Jadi, hypnoteaching membawa pergerakan bahwa interaksi pengajar dan yang diajar adalah transfer tindakan, ilmu, dan pembiasaan, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Dengan menerapkan hypnoteaching guru dapat membantu peserta didik meningkatkan kemampuan mengingat, memahami, menerapkan informasi baru dengan lebih baik, meningkatkan keterampilan dan mengatasi hambatan belajar. Terus menerus mengupgrade metode pembelajaran adalah keharusan bagi seorang guru atau dosen, karena guru bukan sekedar menyampaikan materi pelajaran, namun sosok yang harus bisa menerapkan pembawaan dengan terus menerus mengikuti perkembangan pergaulan dan teknologi hits pada masanya. Selain guru harus menjadi sosok panutan, menginspirasi, bahkan menjadi pembimbing bagi murid-muridnya dalam segala aspek kehidupan. 

Penerapan hypnoteaching dimulai dari karakter, bahasa, dan sikap yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, tidak hanya saat di kelas, atau pembelajaran formal saja, tapi kepedulian kita, perhatian dan empati kita kepada peserta didik juga merupakan ruang lingkup hypnoteaching. Di dalam hypnoteaching ada sebuah awalan yang disebut pra-induksi. Nanti kami akan membahas apa itu pra-induksi, namun sebenarnya pra-induksi itu sudah dimulai dari titik ini, karena tujuan utamanya adalah menumbuhkan hubungan baik (kepercayaan/harmoni emosi) dari peserta didik kepada guru yang menerapkan hypnoteaching. Karakteristik guru itulah yang kemudian menumbuhkan kepercayaan peserta didik untuk bisa dengan mudah mengikuti semua proses pembelajaran dengan hati tulus ikhlas, sehingga critical area akan mudah terbuka dan apa yang disampaikan oleh guru secara otomatis terekam di alam bawah sadar peserta didik. 

Dari titik seorang guru punya niat berhypnoteaching itulah dia harus sudah mulai membentuk dirinya untuk menjadi guru ideal. Tentu dengan terus meng-upgrade kompetensi keilmuan sesuai bidang ajarnya, menguasai materi pelajaran secara mendalam, dan memiliki konsep atau runtutan ajar yang jelas. Skil pada bidangnya harus terkuasai dan hypnoteaching mengiringi dalam konteks penyempurnaan transfer ilmu.

Penerapan hypnoteaching merupakan pergerakan nyata untuk mengajar dengan metode yang efektif. Gaya sugesti yang disampaikan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Dari mengajar ala hypnoteaching itulah guru atau dosen telah menerapkan model pendekatan yang kreatif, interaktif, dan inovatif, tentu dengan demikian pembelajaran menjadi menarik dan mudah dipahami.

Guru yang belajar dan menerapkan hypnoteaching adalah bagian dari integritas seorang pendidik, karena di dalam hypnoteaching progres pre-induksi adalah evolusi karakter kesekharian guru, bagaimana guru harus menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari baik dalam hal kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan etika. Guru Perilaku cerminan bagi peserta didik dalam membentuk karakter mereka. Dari itulah tahap lanjutan pada hypnoteaching akan berjalan lancar, karena peserta didik telah yakin sepenuhnya pada keberadaan gurunya, bahwa gurunya adalah role model yang ideal, maka setiap ucapannya akan diperhatikan dan diikuti.

Penerapan hypnoteaching berarti telah dimulai untuk menjadi guru yang penuh empati dan peduli terhadap peserta didik. Belajar memahami bahwa setiap peserta didik itu unik, memiliki latar belakang yang berbeda-beda, memiliki potensinya sendiri, memiliki tantangan dan masalah yang beragam. Dari warna peserta didik itulah kemudian guru harus adil sesuai porsi peserta didiknya, sabar dalam menghadapi dan menanganinya, kemudian membangun hubungan yang hangat serta saling menghargai.

Menghadirkan hypnoteaching sebagai metode dan gaya mengajar, berarti telah mendorong dan memotivasi diri sendiri sebagai seorang pengajar (guru/dosen) untuk totalitas menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pembelajar dan pentransfer ilmu. Dari semangat untuk terus belajar dan mengajar itulah, akan tercipta “motivational energy path” atau jalur energi motivasi sebagai jalan transfer pengetahuan kepada peserta didik. Sehingga dari situ guru mampu menggali potensi peserta didiknya dan memberikan semangat untuk terus belajar, berusaha dan tudak mudah menyerah. Guru percaya kepada kemampuan siswanya, siswa percaya kepada gurunya sebagai mentor dan pendorong asa dia.

Penerapan hypnoteaching memerlukan konsistensi, tetap jadikan hypnoteaching sebagai karakter mengajar Anda (guru/dosen). Konsisten bergerak dalam bentuk tindakan yang mencerminkan pengajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas, dengan gaya hypnoetaching yang terus mempengaruhi peserta didik dengan sugesti dan sikap positif. Bertindaklah untuk terus menjadi teladan, berbicara yang mendidik, menegakkan aturan, bersikap tegas dan bijaksana dalam menangani suatu masalah, mengedepankan sikap manusiawi, dan menciptakan suasana belajar yang tertib dan kondusif.

Penerapan hypnoteaching juga berarti telah menerapkan sistem komunikasi yang sangat baik, dengan sifat komunikasi penuh kata-kata positif yang membangun peserta didik, afirmasi-afirmasi yang mendorong diri sendiri dan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan upaya menjadi insanul kamil. Bukan hanya antara guru dan peserta didik, hypnoteaching juga harus mendorong rasa komunikasi yang baik dan selaras dengan wali murid, rekan guru, dan pihak sekolah lainnya.

Guru yang menerapkan metode belajar dan mengajar dengan teknik hypnoteaching juga harus adaptif terhadap perubahan, terbuka terhadap perubahan kurikulum, teknologi, dan dinamika sosial. Guru hypnoteaching tidak kaku (saklek), selalu berusaha berkembang dan beradaptasi. Hypnoteaching adalah sebuah tindakan yang penerapannya pada karakter dan bahasa sehari-hari, bukan sekedar untuk pintar mengajar, tapi juga mebentuk jiwa peserta didik, menumbuhkan semangat belajar, dan mampu hadir sebagai sahabat juga pembimbing dalam proses timbuh kembang peserta didik secara utuh.

Sebelum kita membahas lebih dalam tentang bagaimana penerapan hypnoteaching secara riil. Terlebih dahulu kita ulas dengan singkat tentang gelombang otak manusia, yang mana tanpa kita sadari gelombang otak selalu bekerja dan beralih-alih iramanya sesuai dengan kondisi orangnya. Berikut penjelasannya: 

Pertama: Alam Sadar (Pikiran Sadar) 

Alam sadar adalah bagian dari pikiran manusia yang aktif digunakan untuk berpikir logis, membuat keputusan, dan menyadari apa yang sedang terjadi saat ini. 

Pikiran Sadar disebut juga dengan istilah gelombang otak Beta, dengan aktivitas listrik 30 - 14 Hertz (Hz). Gelombang sadar hanya aktif saat seseorang sedang terjada, alam sadar bisa memproses 7-9 informasi sekaligus, alam sadar bekerja pada logika dan akal sehat, alam sadar digunakan untuk kegiatan sehari-hari (seperi: berbicara, memasak, makan minum, mencuci baju, presentasi, dan lain-lain. Contoh fungsi alam bawah sadar yaitu: memilih makanan, merespons pertanyaan, menganalisis masalah dan segala bentuk aktivitas analisis logistik lainnya.

Kedua: Alam Bawah Sadar (Pikiran Bawah Sadar)

Kedalaman pikiran Pikiran Sub Sadar dibagi menjadi dua gelombang yaitu gelombang otak Alpha dengan aktivitas listrik 13,9 - 8 Hz, orang berada pada gelombang ini ketika sedang hening/relaksasi, damai, bermeditasi, sedang bervisualisasi ini disebut juga sebagai garis pembatas antara alam sadar dan alam bawah sadar atau biasa dikenal dengan "Area Kritis". Sebenarnya pada gelombang ini seseorang sudah bisa menerima sugesti dan tersave ke alam bawah sadarnya, namun untuk keperluan sugesti hypnosis atau dalam hal ini adalah memberikan sugesti ketika seorang guru berlatih hypnoteaching sebaiknya perintahkan suyyet/peserta dilatih untuk memasuki gelombang alam bawah sadar dengan maksimal.

Kemudian yang termasuk Pikiran Sub Sadar adalah gelombang otak Theta dengan aktivitas listrik 7,9 - 4 Hz, orang yang berada pada gelombang ini adalah pada saat berada pada keadaan relaksasi/hening yang mendalam atau meditasi mendalam. Alam bawah sadar pada gelombang Theta inilah yang menyimpan emosi, kebiasaan, keyakinan, ingatan jangka panjang, dan reaksi otomatis (reflek). Alam bawah sadar bekerja di luar kesadaran manusia, namun sangat mempengaruhi perilaku, bahkan mempengaruhi perilaku/tindakan kita hingga 80-90%. 

Bersambung 

Selanjutnya tunggu Post 2 ya.

Senin, 23 Maret 2026

MEDITASI DALAM SHALAT

11:50:00 AM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments


MEDITASI DALAM SHALAT

Oleh: M. Juharuddin 

Spotlight/003/18/VII/2025 | Edisi Juli Ke-II 2025

Meditasi adalah suatu teknik khusus untuk meningkatkan kesadaran, dengan fokus untuk melatih pikiran agar menjadi jelas dengan realitas keberadaan diri, tenang, dan terkendali. Meditasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti fokus pada pernapasan, menenangkan pikiran melalui visualisasi atau doa/mantra. 

Meditasi dilakukan secara terukur, dengan durasi waktu tertentu, dilakukan secara teratur sehingga akan meningkatkan kedewasaan dalam hal perasaan, pikiran, membentuk karakter dan emosi. 

Meditasi juga bisa dikatakan sebagai latihan mental yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, konsentrasi, dan ketenangan pikiran. Meditasi melatih pikiran agar lebih fokus, tenang, dan sadar akan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Meditasi membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan kualitas tidur, konsentrasi, dan kesadaran diri.

Pada praktiknya dipelajari di beberapa jenis, diantaranya yaitu: 1) Meditasi Kesadaran, yaitu fokus pada kesadaran pernafasan, tubuh, dan pikiran. 2) Meditasi Transendental, yaitu menggunakan doa/mantra untuk mencapai keadaan transendental (transedental: pengalaman tentang melampaui batas-batas pemahaman biasa, baik tentang kebenaran, penyatuan, kebaikan, maupun keindahan). 3) Meditasi Visualisasi, yaitu tentang menggunakan imajinasi untuk menciptakan gambaran mental yang positif. 4) Meditasi Gerakan, yaitu tentang menggabungkan gerakan tubuh dengan kesadaran akan napas dan pikiran. 5) Meditasi Cinta Kasih, yaitu fokus pada pengembangan kasih sayang dan empati terhadap diri sendiri dan orang lain.

Nah, sekarang tentang sholat; Sama seperti kita tahu bahwa sholat adalah ibadah pokok dalam Islam, sholat terdiri dari rangkaian gerakan dan bacaan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Sholat adalah tiangnya Agama Islam sekaligus ibadah wajib yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui peristiwa Isra Mi'raj.

Banyak ayat Al Qur'an dan Al Hadits yang menegaskan tentang perintah sholat, pentingnya menegakkan sholat. salah satunya yaitu: “Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (QS. Al-'Ankabut : 45)

Berdasarkan ayat tersebut jelas bahwa kemanfaatan shalat bukan hanya perkara akhirat tetapi ada sebuah daya yang mampu menggeser konsep hidup kita menjadi lebih tertata dan terarah.

Sholat adalah peta yang sangat jelas untuk mendekatkan diri kepada Allah, melindungi hati, menumbuhkan rasa tenang dan ikhlas. Namun pada kenyataannya banyak diantara kita mengerjakan sholat bukan berdasarkan keikhlasan tapi justru sholat seperti sebuah tuntutan bahkan pelaksanaannya sekedar menggugurkan kewajiban belaka.

Begitu pentingnya peran sholat dalam membantu tertatanya kehidupan kita, secara psikis kita terjaga dari ketertekanan sehingga mampu mengelola stress, bahkan jika sholat yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh mampu mendatangkan ketenangan hati. Kenapa demikian? Karena di dalam sholat ada kesadaran diri, kesadaran tentang keberadaan kita, dari mana kita berasal? untuk apa kita hidup? dan kemana kelak kita kembali?, tiga pertanyaan itu menggugah keberadaan terdalam kita sebagai seorang hamba. Bahwa bukan Allah yang butuh kita, tapi kita yang sangat-sangat membutuhkan Allah, kita yang butuh sholat. Oleh karena itu jangan sampai kita “nggampang” dengan sholat.

Bukan hanya manfaat sholat secara psikologis juga berdampak positif pada kesehatan tubuh manusia/fisik. Jika dilakukan dengan gerakan sholat yang benar bisa melancarkan peredaran darah dan menjaga tubuh tetap aktif, juga menjaga stabilitas kesehatan badan. 

Jika sholat yang dilakukan secara berjamaah, tentu dapat menumbuhkan enteraksi sosial dalam bingkai kebersamaan, kerukunan, dan empati. Bahkan sholat bisa dikatakan sebagai ruhnya kedisiplinan, jika sholatnya disiplin maka, akan disipin pula pola kehidupan yang lain.

Lalu bagaimana cara agar sholat kita benar-benar berimbas pada peningkatan kesadaran spiritual, termasuk pada saat melaksanakan sholat kita mampu sampai pada taraf pengendapan jiwa, meditatif, dan hanyut dalam kenikmatan sholat. Berikut adalah kondisi yang harus Anda bangun agar sampai pada titik meditasi di dalam sholat. 

1. Sadarilah bahwa sholat adalah bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah, sholat bukanlah sekedar menggugurkan kewajiban. Sebagian orang kadang sering berkata “kalau sudah sholat lego/tenang”, itu benar, namun seharusnya ketenangan yang sebenarnya adalah pada saat kita sholat itu, lego yang sebenarnya adalah suasana tanpa hijab antara kita dan Allah dalam sholat itu sendiri. 

2. Selain menyadari bahwa shalat adalah bentuk ibadah kepada Allah, memenuhi perintah Allah. Sadari juga bahwa doa merupakan bentuk ketundukan kita sebagai hamba kepada Tuhannya (Allah SWT). Dari kesadaran itulah kemudian sholat akan menjadi aktivitas yang sangat sakral bagi kita. 

3. Sholat itu juga sebagai alarm, pengingat agar manusia tidak lalai. Oleh karena itu sadarilah posisi dirimu saat melakukan sholat, fokus dan sadari keadaanmu, hatimu, pikiranmu, semua pengambilan pada kondisi sholatmu saat ini. Bahwa keadaan sholatmu adalah kondisi terbaikmu, sholatmu adalah momen mulia karena di titik itulah kamu sedang menyatu dengan garis vertikal ketuhanan (energi Allah SWT).

4. Membangun kesadaran diri saat melaksanakan Sholat; dimulai saat membaca niat (krentek niat), sadarilah bahwa niat sholat adalah kunci pembuka atau ketersambungan hubunganmu dengan Allah di dalam sholat yang sedang Anda laksanakan. Kita (manusia) yang dipenuhi kekhilafan, bersimbah dosa akan mengingat dan tersambung dengan energi Maha Suci yakni Allah SWT, melalui perantara doa yang sedang kita laksanakan. 

5. Setelah niat, lalu takbiratul ihram Anda di sunnahkan membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan seterusnya. Semua bacaan sholat adalah bahasa tauhid, sebagai sarana komunikasi langsung dengan Allah. Maka, hendaklah membaca dengan sungguh-sungguh, bacalah seolah-olah Anda melihat Allah, atau yakini Allah melihat Anda. 

6. Sholatlah dalam keadaan sebenar-benar sadar, fokus pada keberadaanmu di dalam sholat, nikmati setiap ucapan doa dalam sholat, fokus pada diri yang sangat tenang, saat paling dekat antara hamba dengan Tuhannya.

7. menempatkan semua hiruk pikuk urusan dunia, bersandar totalitas pada Allah di atas semua problematika. Jadikan sholat bukan sekedar kewajiban, melainkan kebutuhan jiwa. Dengan berdoa Allah memperbaiki hati, pikiran, dan alur masalahmu. Kosongkan betul dirimu dari dayamu, rasakan dan resapi semua daya adalah dzat Allah SWT, dari arah dan sisi manapun.

8. Sholatlah dengan suasana paling tenang dan nyaman. Dimanapun Anda sholat, dan dalam kondisi apapun Anda, jadikan tempat dan suasana di dalam diri Anda benar-benar hayut dalam dimensi sholat, sangat tenang dan nyaman.

9. Upayakan untuk sholat tepat waktu, berlatih secara bertahap meski tidak terlalu keras pada diri sendiri, santai tapi menjaga konsistensinya. Sholat tepat waktu juga menjaga agar Anda tidak tergesa-gesa, lakukan setiap gerakan sholat dengan tempo sederhana namun pelan. Banyak manfaat yang akan Anda dapatkan dengan sholat tepat waktu, diantaranya penyakit was-was akan hilang, dan waktu hidup Anda akan terasa lebih panjang dan produktif.

10. Sholat sunah; Anda bisa melatihnya dengan sholat sunnah yang paling sesuai dengan waktu Anda, karena ini berkaitan dengan kesibukan Anda. Pilih sholat sunnah yang waktunya paling nyaman buat Anda, karena yang dikerjakan adalah sebenar-benar sholat dengan segenap keseriusan untuk mencapai tingkat meditatif yang dalam, jadi benar-benar tidak ada ketergesa-gesaan karena dikejar kesibukan lain. Mulai latihlah untuk disiplin istiqomah. Anda tidak perlu menjamah terlalu banyak sholat sunnah, latihlah satu tapi terus menerus, lambat laun Anda akan candu dan merambah otomatis pada sholat sunnah yang lain.

11. Setiap gerakan sholat dilakukan dengan benar dan nyaman, hilangkan ketergesa-gesaan, berdiri meditatif dengan stabil nyaman dan seimbang, rukuk dengan stabil nyaman dan seimbang, duduk pun dengan stabil nyaman dan seimbang. Lakukan semua gerakan dan jeda sholat dengan tuma'ninah (sungguh-sungguh, tenang, damai, dan tenteram).

12. Niatkan untuk tetap fokus pada doa-doa sholat yang sedang dibaca, namun jangan memaksakan pikiran Anda, cukup sadar saja bahwa posisi Anda sangat aman dan nyaman pada saat melaksankan shalat. Jika sesekali pikiran lari kemana-mana tidak apa, Anda hanya perlu kembali pada kesadaran mengingat kenyamanan dan keamanan sholat.

Jika Anda dapat menciptakan kondisi meditatif saat berdoa, manfaatnya sangat banyak sekali pada perubahan hidup. Anda tidak akan lagi merasa cemas, baik pada hidup Anda saat ini ataupun dimasa yang akan datang, ini karena terjadi stabilitas sistem hormon di dalam diri Anda. Sehingga Anda tidak akan lagi merasa stres dan merasakan hidup Anda lebih tenang.

Itulah point-point yang kami uraikan agar mendapatkan kondisi maksimal dalam melaksanakan sholat, karena sholat itu bukan soal kewajiban atau ketika kita berusaha mendapatkan pahala saja. Melainkan kita harus bisa menciptakan kondisi spiritualitas yang mendalam saat melaksanakan sholat, dan terntunya berimbas pada perubahan hidup kita, baik lahir maupun batin. 

Dari apa yang kami uraikan di atas, ambil saja poin termudah dan paling mungkin untuk Anda terapkan. Lakukan dengan sederhana sebatas kemampuan Anda, namun tetap konsiten, lakukan terus menerus karena perubahan akan terjadi seiring berjalannya waktu tanpa Anda sadari.

#artikel #artikelilmiah #meditasi #ayosholat #ayomenulis #konsisten #mjuharuddincht #Spotlite #menatahidup

Sabtu, 10 Januari 2026

THE POWER OF AAMIIN

8:48:00 AM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments

KEKUATAN “AAMIIN” 

Oleh: M. Juharuddin

(Sorotan/002/03/VII/2025) - Edisi Juli 2025

Kata "Aamiin" (آمِين) berasal dari bahasa Arab, yang artinya “Ya Allah, kabulkanlah doa kami” atau versi lain “Semoga doa ini diterima”. Walaupun kata “Aamiin” ini bukan bagian dari ayat Al-Qur'an, tetapi biasa diucapkan sambil mengiringi bacaan doa atau diucapkan setelah membaca surat Al-Fatihah, berdasarkan arti kata “Aamiin” sebagai bentuk pengharapan yang sungguh-sungguh atas doa kita kepada Allah SWT, agar permohonan kita dikabulkan.

Secara etimologi, "Aamiin" berasal dari kata kerja Arab "āmana – yuʾaminu" (آمَنَ – يُؤْمِنُ) yang berarti percaya atau beriman. Namun dalam bentuk “Aamiin”, ia merupakan bentuk permohonan: “kabulkanlah”. penulisan Arab yang benar adalah (آمِين) "Aamiin" bukan (أَمِين) "Amin" yang berarti "jujur ​​atau terpercaya". Keduanya memiliki makna yang berbeda meskipun terdengar mirip.

Pada aktifitas Ibadah, dalam hal ini adalah shalat, “Aamiin” diucapkan setelah membaca Al-Fatihah. Ada momen penting dalam ucapan "Aamiin" saat pengucapannya bersama-sama, serentak dan ramai menggema. Berikut kami uraikan detail istimewa pada saat kata "Aamiin" diucapkan secara berjamaah dalam shalat. 

1. Saat "Aamiin" diucapkan serentak, ada gema yang menggaung, disitu ada hentakan energi yang keluar dari ucapan "Aamiin" secara berjamaah, ini adalah momen istimewa, yang mana ketika kita merasakan getaran energi "Aamiin" itu mewarnai seluruh jamaah shalat dengan vibrasi yang sangat positif. Coba Anda bisa mempraktikkan ucapan "Aamiin" berjamaah dengan suara nyaring, sambil merasakan getaran yang ada, akan sangat terasa getaran energi yang kuat, yang bukan hanya dari sisi luarnya saja tapi sampai merasuk ke dada. Terdengar kuat dan padat ditelinga, empuk di jiwa dan teduh dihati. Rasakan betul bahwa sendi-sendi iman tergetar dengan ucapan “Aamiin”, ada luapan yang kuat yang menambah nilai ketaqwaan dan ketenangan. 

2. Hayati betul ucapan serentak "Aamiin" pada saat shalat berjamaah, rasakan gema energinya merambat ke seluruh pori-pori kulit dan merasuk ke dalam, lalu menyusup dan mencairkan kesuluruh tubuh. Membawa energi perubahan yang sangat positif.

3. Yakinilah bersama gema suara "Aamiin" penghambaan kita dengan ibadah shalat diterima oleh Allah SWT, doa-doa kita juga terangkat untuk kemudian diijabah oleh-Nya. 

4. Terimalah bahwa dengan suara "Aamiin" yang gema energinya menyusup ke dalam tubuh membawa dampak perubahan yang sangat positif terhadap kehidupan kita, meningkatkan kesadaran spiritualitas kita, dan memantapkan energi batin sehingga kita lebih kuat menapaki jalan agama sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Mengucapkan "Aamiin" memiliki makna spiritualitas, sebagai sebuah bentuk pengharapan, bahwa “Aamiin” adalah afirmasi vertikal antara manusia sebagai hamba dan Allah SWT sebagai Tuhan, kata “Aamiin” juga merupakan selftalk; Pendorong kepercayaan diri, optimisme, i'tiqad atau keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa kita. Ucapkan kata “Aamiin”untuk selalu mengiringi doa-doa, ucapkan dengan hati yang ikhlas, tunduk, dan penuh harap.

Namun kenyataannya kata “Aamiin” tidak hanya diucapkan oleh orang Islam, baik dalam konteks mendorong sebagai pengiring doa. Atau sebagai kata penguat, mengikat keterhubungan antara manusia dengan Tuhan. 

Berikut disertakan juga penjelasan tentang sejarah kata "Aamiin" dalam konteks zaman dan lintas agama.

Kata “Aamiin” dalam konteks sejarah berasal dari bahasa Ibrani kuno: "āmēn" (אָמֵן) yang berarti “benar”, “setia”, atau “semoga demikian”. Dari bahasa Ibrani ini kemudian kata tersebut masuk ke dalam bahasa Arab menjadi "آمين (Āmīn)" yang memiliki arti serupa “Ya Allah, kabulkanlah”.

Tiga Agama Samawi masih menggunakan kata “Aamiin” sampai saat ini, sebagai bahasa penghubung untuk ketersambungan doa-doa dan pujian kepada Tuhan. Diantara agama yang masih menggunakan kata “Aamiin” yautu; 1). Yahudi: Digunakan sebagai penegas doa atau pujian. 2). Kristen: Diucapkan di akhir doa atau pujian sebagai penutup yang berarti “setuju” atau “semoga terjadi”. 3) Islam: Digunakan untuk mengakhiri doa, terutama setelah membaca Al-Fatihah dalam shalat, dengan harapan agar doa dikabulkan.

Kata “Aamiin” sudah digunakan sejak jaman kenabian, dalam Islam Rasulullah SAW dan para sahabatnya menggunakan kata “Aamiin” setelah membaca Al-Fatihah. serupa juga tercantum dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa siapa yang mengucapkan “Aamiin” bersamaan dengan malaikat, akan diampuni dosanya yang telah lalu. Artinya, “Aamiin” adalah kata restu yang pengucapannya bukan sekedar diri pribadi, namun ada energi yang membersamai bahkan malaikatpun menyertai ucapan “Aamiin”, terutama dari hamba yang bersungguh-sungguh dalam penghayatan dan pengucapannya.

Seiring perkembangan zaman, penggunaan “Aamiin” menjadi bagian dari tradisi spiritual umat beragama. Dalam Islam, “Aamiin” menjadi lambang kepasrahan dan harapan kepada Allah. Dalam doa berjamaah, diucapkan secara serempak untuk menambah daya, kekuatan, kekhusyukan dan semangat kebersamaan yang gaungan energinya tidak hanya menyampaikan doa-doa tapi juga menyusup ke badan membentuk sebuah perubahan.

Kata “Aamiin” memiliki akar sejarah lintas agama dan zaman. Dari Ibrani ke Arab, dari Yahudi dan Kristen ke Islam, kata ini tetap mengandung makna yang kuat sebagai simbol pengakuan iman dan permohonan agar doa dikabulkan. Ia bukan sekadar ucapan, tapi juga lambang harapan dan keimanan.

#artikel #ayomenulis #karyatulis #Spotlight

Kamis, 04 Desember 2025

MEDITASI DALAM SHALAT

10:46:00 AM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments


MEDITASI DALAM SHOLAT

Oleh: M. Juharuddin 

Spotlite/003/18/VII/2025 | Edisi Juli Ke-II 2025

Meditasi adalah suatu teknik khusus untuk meningkatkan kesadaran, dengan fokus untuk melatih pikiran agar menjadi jelas dengan realitas keberadaan diri, tenang, dan terkendali. Meditasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti fokus pada pernapasan, menenangkan pikiran melalui visualisasi atau doa/mantra. 

Meditasi dilakukan secara terukur, dengan durasi waktu tertentu, dilakukan secara teratur sehingga akan meningkatkan kedewasaan dalam hal perasaan, pikiran, membentuk karakter dan emosi. 

Meditasi juga bisa dikatakan sebagai praktik mental yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, konsentrasi, dan ketenangan pikiran. Meditasi melatih pikiran agar lebih fokus, tenang, dan sadar akan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Meditasi membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan kualitas tidur, konsentrasi, dan kesadaran diri.

Pada praktiknya meditasi dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu: 1) Meditasi Kesadaran, yakni berfokus pada kesadaran napas, tubuh, dan pikiran. 2) Meditasi Transendental, yakni menggunakan doa/mantra untuk mencapai keadaan transendental (transedental: pengalaman tentang melampaui batas-batas pemahaman biasa, baik tentang kebenaran, penyatuan, kebaikan, maupun keindahan). 3) Meditasi Visualisasi, yakni tentang menggunakan imajinasi untuk menciptakan gambaran mental yang positif. 4) Meditasi Gerakan, yakni tentang menggabungkan gerakan tubuh dengan kesadaran akan napas dan pikiran. 5) Meditasi Loving-Kindness, yakni berfokus pada pengembangan kasih sayang dan empati terhadap diri sendiri dan orang lain.

Nah, sekarang tentang sholat; Sebagaimana kita tahu bahwa sholat adalah ibadah pokok dalam Islam, sholat terdiri dari rangkaian gerakan dan bacaan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Sholat adalah tiangnya Agama Islam sekaligus ibadah wajib yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui peristiwa Isra Mi’raj.

Banyak ayat Al Qur’an dan Al Hadits yang menegaskan tentang perintah sholat, pentingnya menegakkan sholat.  salah satunya yaitu: “Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (QS. Al-‘Ankabut: 45)

Berdasarkan ayat tersebut jelas bahwa kemanfaatan sholat bukan hanya perkara akhirat tetapi ada sebuah daya yang mampu menggeser konsep hidup kita menjadi lebih tertata dan terarah.

Sholat adalah peta yang sangat jelas untuk mendekatkan diri kepada Allah, perisai hati, menumbuhkan rasa tenang dan ikhlas. Namun pada kenyataannya banyak diantara kita mengerjakan sholat bukan berdasar keikhlasan tapi justru sholat seperti sebuah tuntutan bahkan  pelaksanaannya sekedar menggugurkan kewajiban belaka.

Begitu penting peran sholat dalam membantu tertatanya hidup kita, secara psikis kita terjaga dari ketertekanan sehingga mampu mengelola stres, bahkan jika sholat kita lakukan dengan sungguh-sungguh mampu mendatangkan ketenangan hati. Kenapa demikian? Karena di dalam sholat ada kesadaran diri, kesadaran tentang keberadaan kita, darimana kita berasal? untuk apa kita hidup? dan kemana kelak kita kembali?, tiga pertanyaan itu menggugah keberadaan terdalam kita sebagai seorang hamba. Bahwa bukan Allah yang butuh kita, tapi kita yang sangat-sangat butuh Allah, kita yang butuh sholat. Oleh karenanya jangan sampai kita “nggampang” dengan sholat.

Bukan hanya manfaat secara psikis sholat juga berimbas positif pada kesehatan tubuh manusia/fisik. Jika dilakukan dengan benar gerakan sholat bisa melancarkan peredaran darah dan menjaga tubuh tetap aktif, juga menjaga stabilitas kesehatan badan. 

Jika sholat dilakukan dengan berjamaah, tentu dapat menumbuhkan enteraksi sosial dalam bingkai kebersamaan, kerukunan, dan empati. Bahkan sholat bisa dikatakan sebagai ruhnya kedisiplinan, jika sholatnya tertib/disiplin maka, akan disipin pula pola hidupnya yang lain.

Lantas bagaimana cara agar sholat kita benar-benar berimbas pada peningkatan kesadaran spiritual, termasuk pada saat melaksanakan sholat kita mampu sampai pada taraf pengendapan jiwa, meditatif, dan hanyut dalam kenikmatan sholat. Berikut adalah kondisi yang harus Anda bangun agar sampai pada titik meditatif di dalam sholat. 

1. Sadarilah bahwa sholat adalah bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah, sholat bukanlah sekedar menggugurkan kewajiban. Sebagian orang kadang sering berkata “kalau sudah sholat lego/tenang”, itu benar, namun seharusnya ketenangan yang sebenarnya adalah pada saat kita sholat itu, lego yang sebenarnya adalah suasana tanpa hijab antara kita dan Allah dalam sholat itu sendiri. 

2. Selain menyadari bahwa sholat adalah bentuk ibadah kepada Allah, memenuhi perintah Allah. Sadari juga bahwa sholat merupakan bentuk ketundukan kita sebagai hamba kepada Tuhannya (Allah SWT). Dari kesadaran itulah kemudian sholat akan menjadi aktifitas yang sangat sakral buat kita. 

3. Sholat itu juga sebagai alarm, pengingat agar manusia tidak lalai. Oleh karenanya sadarilah posisi dirimu saat melaksanakan sholat, fokus dan sadari keadaanmu, hatimu, pikiranmu, semua tertuju pada kondisi sholatmu saat ini. Bahwa keadaan sholatmu adalah kondisi terbaikmu, sholatmu adalah moment mulia karena di titik itulah engkau sedang menyatu dengan garis vertikal ketuhanan (energi Allah SWT).

4. Membangun kesadaran diri saat melaksanakan Sholat; mulailah saat membaca niat (krentek niat), sadarilah bahwa niat sholat adalah kunci pembuka atau ketersambungan hubunganmu dengan Allah di dalam sholat yang sedang Anda laksanakan. Kita (manusia) yang dipenuhi kekhilafan, bersimbah dosa akan mengingat dan tersambung dengan energi Maha Suci yakni Allah SWT, melalui perantara sholat yang sedang kita laksanakan. 

5. Setelah niat, lalu takbiratul ihram Anda di sunnahkan membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan seterusnya. Semua bacaan sholat adalah bahasa tauhid, sebagai sarana komunikasi langsung dengan Allah. Maka, hendaklah baca dengan kesungguhan, bacalah seolah-olah Anda melihat Allah, atau yakini Allah melihat Anda. 

6. Sholatlah dalam keadaan sebenar-benar sadar, fokus pada keberadaanmu didalam sholat, nikmati setiap ucapan doa dalam sholat, fokus pada diri yang sangat tenang, saat paling dekat antara hamba dengan Tuhannya.

7. Letakkan semua  hiruk pikuk urusan dunia, bersandar totalitas pada Allah atas semua problematika. Jadikan sholat bukan sekedar kewajiban, melainkan kebutuhan jiwa. Dengan sholat Allah memperbaiki hati, pikiran, dan alur masalahmu. Kosongkan betul dirimu dari dayamu, rasakan dan resapi semua daya adalah dzat Allah SWT, dari arah dan sisi manapun.

8. Sholatlah dengan suasana paling tenang dan nyaman. Dimanapun Anda sholat, dan dalam kondisi apapun dirimu, jadikan tempat dan suasana di dalam dirimu benar-benar hanyut dalam dimensi sholat, sangat tenang dan nyaman.

9. Upayakan untuk sholat tepat waktu, berlatih secara bertahap meski tidak terlalu keras pada diri sendiri, santai tapi jaga konsistensinya. Sholat tepat waktu juga menjaga agar Anda tidak tergesa-gesa, lakukan setiap gerakan sholat dengan tempo sederhana namun pelan. Banyak manfaat yang akan Anda dapatkan dengan sholat tepat waktu, diantaranya penyakit was-was akan hilang, dan waktu hidup Anda akan terasa lebih panjang dan produktif.

10. Untuk sholat sunnah; Anda bisa melatihnya dengan sholat sunnah yang paling sesuai dengan waktu Anda, karena ini terkait dengan kesibukan Anda. Pilih sholat sunnah yang waktunya paling nyaman buat Anda, karena yang dikerjakan adalah sebenar-benar sholat dengan segenap keseriusan untuk mencapai tingkat meditatif yang dalam, jadi benar-benar tidak ada ketergesa-gesaan karena dikejar kesibukan lain. Mulai latihlah untuk disiplin istiqomah. Anda tidak perlu menjamah terlalu banyak sholat sunnah, latihlah satu tapi kontinyu, lambat laun Anda akan candu dan merambah otomatis pada sholat sunnah yang lain.

11. Setiap gerakan sholat lakukan dengan benar dan nyaman, hilangkan ketergesa-gesaan, berdiri meditatif dengan stabil nyaman dan seimbang, rukuk dengan stabil nyaman dan seimbang, duduk pun dengan stabil nyaman dan seimbang. Lakukan semua gerakan dan jeda sholat dengan tuma’ninah (sungguh-sungguh, tenang, damai, dan tenteram).

12. Niatkan untuk tetap fokus pada doa-doa sholat yang sedang dibaca, namun jangan memaksakan pikiran Anda, cukup sadar saja bahwa posisi Anda sangat aman dan nyaman pada saat melaksankan shalat. Jika sesekali pikiran lari kemana-mana tidak apa, Anda hanya perlu kembali pada kesadaran mengingat kenyamanan dan keamanan sholat.

Jika Anda dapat menciptakan kondisi meditatif saat sholat, manfaatnya sangat banyak sekali pada perubahan hidup. Anda tidak akan lagi merasa cemas, baik pada hidup Anda saat ini ataupun dimasa yang akan datang, ini karena terjadi stabilitas sistem hormon di dalam diri Anda. Sehingga Anda tidak akan lagi merasa stres dan perasaan hidup Anda lebih tenang.

Itulah point-point yang kami uraikan agar mendapatkan kondisi maksimal dalam melaksanakan sholat, karena sholat itu bukan soal kewajiban atau ketika kita mengerjakan mendapatkan pahala saja. Melainkan kita harus bisa menciptakan kondisi spiritualitas yang mendalam saat melaksanakan sholat, dan terntunya berimbas pada perubahan hidup kita, baik lahir maupun batin. 

Dari apa yang kami uraikan diatas, ambil saja point termudah dan paling mungkin untuk Anda terapkan. Lakukan dengan sederhana sebatas kemampuan Anda, namun tetap konsiten, lakukan terus menerus karena perubahan akan terjadi seiring berjalannya waktu tanpa Anda sadari.

#artikel #artikelilmiah #meditasi #ayosholat #ayomenulis #konsisten #mjuharuddincht #Spotlite #menatahidup

Sabtu, 01 November 2025

DZIKIR KESADARAN

4:54:00 PM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments


DZIKIR KESADARAN

Oleh: M. Juharuddin

(Spotlight/01/24/VI/1025 - Edisi Juni 2025) Pencipta manusia dan alam semesta adalah murni atas kehendak Allah. Di semua agama monoteis baik itu Islam, Kristen, dan Yahudi juga meyakini bahwa terwujudnya manusia dan alam semesta adalah kehendak Tuhan. Namun alasan penciptaan manusia dan alam semesta setiap agama bisa berbeda-beda tergantung ajaran kitab suci yang dianutnya.

Menurut ajaran Islam, tujuan diciptakannya manusia adalah untuk sebuah pengabdian, manusia harus mengabdi dalam bentuk peribadatan kepada Allah dan berbuat baik selama hidupnya. serupa firman Allah dalam Al Qur'an "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS Adz-Dzariyat : 56).

Sarana ibadah itulah yang kemudian menuntun manusia untuk mengingat dan menyebut nama Allah sebagai Dzat Pencipta. Ibadah merupakan frase-frasa suci untuk mendekatkan diri kepada-Nya. 

Ibadah juga sebagai upaya peningkatan kesadaran spiritual, kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menjalani hidup, manusia tentu diliputi hal ihwal permasalahan yang berkesinambungan dan silih berganti, disini ibadah juga berperan sebagai pengontrol stres dan kecemasan. Mengingat Tuhan dapat menenangkan pikiran dan jiwa, dan memberi efek damai dalam menjalani hidup.

Ibadah atau dzikir bagian dari cara menusia mendekatkan diri kepada Tuhan. Bahkan dianggap sebagai cara berkomunikasi dengan Tuhan, sebagai ungkapan rasa syukur, dan permohonan petunjuk atau pengampunan.

Ibadah, dzikir, meneguhkan kesadaran untuk mengingat Allah juga merupakan upaya menjaga dan membersihkan hati, dari kerak-kerak hati seperti iri, dengki, hasut, riya', ujub, dan kotoran hati lainnya. Sehingga hati kita senantiasa berpandangan baik dengan semua ketetapan yang sudah digariskan oleh Allah SWT, batin menjadi tenang dan niat-niat kita menjadi ikhlas karena Allah.

Untuk memeroleh kenikmatan dzikir, agar dzikir tidak menjadi formalitas atau sekedar laku untuk mengugurkan perintah ibadah. Maka konsekuensi dzikir perlu digali, bagaimana dzikir menjadi aktivitas yang jernih, dzikir menjadi lafadz-lafadz yang penuh penghayatan, dan dzikir manjadi makna yang dalam. 

Ada beberapa jenis dzikir yang akan kita ulas, disertai praktik penerapannya. 

Pertama; Dzikir Lisan (Jali): Dzikir Jali merupakan aktifitas dzikir dengan cara melafalkannya dengan jelas. Anda bisa melafalkan kalimat-kalimat thoyyibah seperti tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), tahlil (Laa ilaaha ilah), dan istighfar (Astaghfirullah). 

Persoalannya apakah dzikir yang sebanar-benar dzikir hanya lafadz yang keluar dari bibir saja dengan capaian jumlah hitungan tertentu?, ternyata bukan. Dzikir harus menjadi aktifitas spiritual mendalam yang secara lahir batin terasa imbasnya, dzikir lisan (jali) seharusnya diucapkan dengan bukan sekedar paham artinya, tapi sebuah ucapan yang mampu merasakan getaran lahirnya dan menyadari keberadaan energinya. Berikut kami sertakan bagaimana melakukan dzikir lisan (jali) dengan kesadaran spiritual (kesadaran sepiritual): 

1. Pastikan kesadaran Anda baik, ditampilkan pada keadaan saat ini, pikiran tidak berada di masa lampau atau bayang-bayang masa depan. 

2. Badan dalam keadaan suci dari hadas kecil dan hadas besar. 

3. Luruskan niat semata-mata dzikir karena Allah SWT. 

4. Sebagai contoh mengucapkan kalimat tasbih "Subhanallah", dalam pengucapannya pastikan lafadznya terucap dengan jelas (lirih nyaring, walaupun pelan tapi telinga Anda mendengar). 

5. Rasakan getaran rongga mulut atau pita suara saat mengucap “Subhanallah”, dari situlah gelombang dzikir menebar keseluruh tubuh dan semua sistem yang ada di tubuh kita ikut berdzikir. 

6. Sadarilah bahwa dari ucapan dzikir terhembus energi yang memancar menjadi gelombang alam, menghalau hijab-hijab lalu kembali kepada diri kita dengan energi positif yang berlipat-lipat. 

7. Nikmati setiap ucapan dzikir dan hanyutlah dalam alunannya, satukan betul hati dan fikiran untuk semata-mata dzikir karena Allah SWT. 

Kedua; Dzikir Hati (Khafi): Merenungkan dan menghayati kebesaran Allah SWT dalam hati tanpa mengeluarkan suara. Bahwa Allah SWT menciptakan semua yang ada di alam semesta tidak ada yang sia-sia, semua adalah pertanda, semua adalah kemanfaatan, dan siklus yang saling terkait.

Sebagaimana ditegaskan dalam Al Quran, Allah SWT berfirman: 

“Allah menciptakan langit dan bumi dengan haq. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-Ankabut ayat 44)

Ayat ini menyatakan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak (kebenaran) dan manfaat, bukan dengan sia-sia. Ini menunjukkan bahwa penciptaan alam semesta memiliki tujuan dan hikmah yang jelas. Tampaknya ayat ini hendak mengatakan bahwa; sesungguhnya sangatlah mudah menemukan bukti kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berpikir.

Praktek Dzikir Hati (Khafi) sekilas terkesan mudah, karena hanya sebuah ucapan batin, perenungan dan penghayatan saja, tidak dengan melafalkan secara lisan ucapan khusus atau lafadz tertentu. Namun prakteknya tidak sesimple itu, dzikir hati memerlukan keteguhan khusus karena ini terkait dengan kesadaran vertikal yang harus dipelihara. Dzikir hati adalah ketersambungan antara ingatan kepada Tuhan dan rasa syukur sebagai bentuk kekaguman dan terima kasih atas ciptaan-Nya yang luar biasa. Dzikir hati erat hubungannya dengan ucapan dzikir yang mendalam seperti dzikir nafas Hu Allah, meditasi alam semesta, penghayatan akan kebesaran Tuhan melalui tadabur alam dan tafakkur. 

serupa dzikir lisan, berikut kami uraikan bagaimana melakukan dzikir hati: 

1. Luangkan waktu dan siapkan mental 

2. Cari momen dan juga tempat yang menurut Anda nyaman. 

3. Melakukan pemancaran emosional di tempat itu, afirmasikan “Bismillahirrahmanirrahim, Wahai diriku dan alam semesta terima kasih telah menerima keberadaanku, menjadi perantara kesadaranku kepada Tuhan”.

4. Kemudian dimulailah dzikir “Hu Allah”, saat menarik nafas mengucapkan “Huuuu” di dalam hati, dan saat mengeluarkan nafas mengucapkan “Allah” di dalam hati. 

5. Lakukan 11 kali tarikan dan hembusan nafas dengan berdzikir “Hu Allah” di dalam hati. Setelah itu diusahakan untuk tetap meng-utuhkan kesadaran vertikal Anda, mengingat Allah SWT dengan menonton segala ciptaan yang Anda saksikan. 

6. Hayati dan syukuri semua nikmat Allah yang Anda rasakan saat ini, seperti bernafas dengan segar dan lega, melihat dengan mengklik yang nikmat dan jelas, dan semua nikmat yang ada pada diri Anda. 

7. Niatkan dengan keyakinan yang teguh bahwa dzikir hati ini semata-mata karena Allah dan untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa Anda.

Itulah sekelumit tutorial dzikir hati yang bisa kami uraikan. Dzikir lisan dan dzikir hati hendaknya selalu dibor. Ditengah gelombang iman kita yang stabilibilitasnya selalu naik turun, jangan jadikan suasana hati sebagai penghalang. Tugas kita sebagai hamba adalah berusaha sebaik mungkin untuk konsisten dengan upaya dzikir leher dan sekemampuan kita. 

Dimanapun hendaknya selalu ada kalimat dzikir yang terucap, kapanpun hendaknya selalu ada ingatan untuk tetap berada pada gelombang sadar. Gelombang sadar tentang keberadaan kita, gelombang sadar tentang aktivitas kita, dan gelombang sadar tentang dzat ketuhanan yang selalu menggagalkan hidup kita. 

Semoga kita tetap dalam bayangan kesadaran dan keberlimpahan ilmu dan iman.

#artikel #artikelilmiah #ArtikelViral #artikelislami

Senin, 04 Agustus 2025

LOMBA BERBURU

3:54:00 PM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments

 LOMBA BERBURU


Suatu hari yang cerah, Raja Harun Al Rasyid dan para pengawalnya meninggalkan istana untuk berburu. Namun, di tengah perjalanan, salah satu pejabat kerajaan yang bernama Abu Jahil menyusul dengan terengah-engah di atas kudanya.


"Baginda...Baginda...hamba mau mengusulkan sesuatu !!" Katanya Abu Jahil mendekati sang Raja.


"Apa usulmu itu wahai Abu Jahil?" Taya baginda.


 "Agar acara berburu ini semakin seru dan disaksikan banyak penduduk, bagaimana kalau kita hari besok sayembarakan saja?" Ujar Abu Jahil dengan raut wajah serius.


Baginda Raja terdiam sejenak dan mengangguk-angguk.


"Hamba ingin beradu ketangkasan dengan Abu Nawas, dan nanti pemenangnya akan mendapatkan sepundi uang emas. Tapi, kalau kalah, hukumannya adalah dengan memandikan kuda-kuda istana selama 1 bulan." Tutur Abu Jahil meyakinkan Raja.


Akhirnya baginda menyetujui usulan Abu Jahil tersebut. Hitung-hitung sayembara itu akan memberikan hiburan kepadanya.


Esok harinya, dipanggillah Abu Nawas untuk menghadap baginda, dan setelah itu Abu Nawas pun diberitahu jika ia akan mengikuti lomba berburu melawan Abu Jahil. Kemudian baginda menjelaskan semua aturan sayembara.


Awalnya, Abu Nawas menolak ikut, karena ia tahu bahwa semua ini hanya untuk mengerjainya apa lagi ini adalah ide dari Abu Jahil yang memang tidak menyukai kedekatannya dengan baginda raja. Karena terus dipaksa oleh baginda, akhirnya Abu Nawas setuju untuk ikut..


ketika hendak bersiap-siap, Abu Nawas mulai memikirkan jalan keluarnya nanti karena ia tahu yang ia hadapi adalah Abu Jahil, seorang pejabat istana yang membencinya. Abu Nawas berpikir pasti Abu Jahil akan menggunakan kekuasaannya untuk memerintahkan para anak buahnya untuk menyumbangkanseekor binatang buruan untuknya. Abu Nawas terus memutar otak dan akhirnya menemukan sebuah ide cemerlang, ia kemudian tersenyum


Abu Jahil sangat percaya diri dia berpikir mana mungkin Abu Nawas bisa mengalahkan dirinya kali ini.


Akhirnya, Baginda menggiring mereka ke tengah alun-alun istana. Raja dan seluruh rakyat menunggu, siapa yang bakal menjadi pemenang dalam lomba berburu ini.


Terompet tanda mulai ditiup. Abu Jahil segera memacu kudanya secepat kilat menuju hutan belantara.


Anehnya, Abu Nawas justru sebaliknya, dia dengan santainya menaiki kudanya sehingga para penonton banyak yang berteriak dan tertawa.


Menjelang sore hari, tampaklah kuda Abu Jahil memasuki pintu gerbang istana. Ia pun mendapat sambutan meriah dan tepuk tangan dari rakyat yang menyaksikannya.


Di sisi kanan dan kiri kuda Abu Jahil tampak puluhan hewan yang mati terpanah. Abu Jahil dengan senyum bangga memperlihatkan semua binatang buruannya di tengah lapangan.


"Aku, Abu Jahil berhak memenangkan lomba ini. Lihat..binatang buruanku banyak. Mana mungkin Abu Nawas mengalahkanku?" Teriaknya sombong yang membuat para penonton semakin ramai bertepuk tangan.


Tidak berapa lama kemudian, terdengar suara tapak kuda Abu Nawas. Semua orang mentertawai dan meneriakinya karena tidak membawa satu pun binatang buruan.


Tapi, Abu Nawas terlihat santai saja. Ia malah tersenyum dan melambaikan tangan, sehingga membuat banyak penonton penasaran.


Baginda Raja memerintahkan dua orang pengawal maju ke tengah lapangan dan menghitung jumlah binatang buruan yang didapatkan dua peserta tersebut. Pada kesempatan pertama Abu Jahil. Pra pengawal menghitung jumlah binatang hasil buruan dari Abu Jahil.


"Tiga puluh lima ekor kelinci, ditambah lima ekor rusa dan dua ekor babi hutan." Kata salah satu pengawal.


"Kalau begitu akulah pemenangnya karena Abu Nawas tak membawa seekor binatangpun." Teriak Abu Jahil dengan sombong dan percaya diri.


"Tenang...tenang...aku membawa ribuan binatang. Jelaslah aku pemenangnya dan engkau wahai Abu Jahil, silahkan memandikan kuda-kuda istana. Menurut aturan lomba, semua binatang boleh ditangkap, yang penting jumlahnya." Kata Abu Nawas sambil membuka bambu kuning yang telah diisi dengan ribuan semut merah.


"Jumlahnya sangat banyak Baginda, mungkin ribuan, kami tak sanggup menghitungnya lagi !!" Kata pengawal kerajaan yang menghitung jumlah semut itu.


Melihat kenyataan itu, muka Abu Jahil langsung memerah karena sangat malu. Ia pun tiba-tiba saja jatuh pingsan.


Baginda Raja dan penonton tertawa terpingkal-pingkal. Abu Nawas langsung diberi hadiah.