HYPNOTEACHING (POST 4) FINISH
Oleh: M. Juharuddin
Spotlight/007/3/IX/2025 | Edisi September Ke-III 2025
Namun kalimat skrip pada teknik ini perlu penekanan, karena peserta didik belum memulai materi pelajarannya. Jadi tetap dalam proses membangunkan peserta didik untuk kembali ke alam sadarnya, namun masih harus ditekankan dengan perintah utama yaitu “sebentar lagi akan dijelaskan materi pelajaran, maka bersiaplah untuk menerimanya dengan baik, dengan pikiran dan hati terbuka”.
Berikut adalah contoh skrip terminasi jika guru menggunakan teknik imphasis in teaching suggestion:
“anak-anak kelas…., sebentar lagi saya akan memerintahkan kalian untuk kembali ke alam sadar dan membuka mata, ketika nanti kalian membuka mata segeralah siapkan segala keperluan dan perlengkapan belajar kalian, seperti buku, bolpoint dan perlengkapan lain yang diperlukan. Saya akan menghitung dari angka 1 sampai 5. Dalam setiap hitungan kembalilah ke alam sadar kalian dengan semangat belajar dan kesiapan mengikuti materi pelajaran. Satu, mulai perlahan membuka mata. Dua, kembali ke alam sadar kalian secara sempurn. Tiga, bernafaslah dengan lega, kembangkan senyum, rasakan kebahagiaan dan rasa lega di dalam hati kalian. Empat, kalian telah berada di alam sadar dengan sangat baik dan sempurna, dan siap mengikuti kegiatan pembelajaran. Lima, badan kalian sangat sehat, pikiran kalian sangat fresh, dan semangat belajar kalian berlipat-lipat. Bagus sekali, tarik nafas dalam, hembuskan lewat mulut”.
Setelah peserta didik kembali ke pikiran sadar, dan guru memastikan semuanya tetap terkendali kembali ke alam sadar dengan aman. Peserta didik merasa lebih baik dan tentunya sehat. Barulah ke tahap yang ke tujuh yaitu post teaching hypnotic.
7. Post Teaching Hypnotic
Pada tahap ini guru masih memberikan sugesti, namun sugesti yang diberikan adalah penegasan dari sugesti inti yang tadi di sampaikan pada saat tahap “teaching suggestion”. Guru memberikan sugesti dalam kondisi siswa sudah terbuka matanya dan berada pada kondisi alam sadar. Sampaikan penekanan inti dari proses yang sudah berjalan. Berikut contoh skripnya:
“Anak-anak kelas…., kalian baru saja mengikuti sesi hypnoteaching. Apa yang saya sampaikan tadi benar-benar telah diterima di alam bawah sadarmu. Kondisi kalian saat ini adalah lebih baik dari sebelumnya, tubuh kalian lebih sehat, semangat belajar kalian lebih kuat, dan pikiran kalian lebih siap menerima berbagai materi pelajaran dan pengetahuan-pengetahuan baru. Saat ini kalian semua adalah jiwa dan semangat yang baru”.
Setelah selesai dengan “post teaching hypnotic” kemudian dilanjutkan ke tahap terakhir yaitu “normal”, berikut penjelasannya.
8. Normal
Pada tahap ini anda (guru/dosen) memastikan bahwa semua peserta didik/mahasiswa dalam kondisi normal, sehat fisikny, sehat psikisnya. Anda bisa menanyakan apakah ada kendala, apakah ada yang merasa pusing atau mual dan yang lainnya. Baiknya guru sudah menyiapkan air mineral untuk peserta didiknya, atau bisa mengintruksikan sebelumnya bahwa peserta agar membawa air mineral masing-masing. Di tahap normal inilah guru memerintahkan peserta didik untuk minum air mineral. Selain melegakan tenggorokan, air meneral juga membantu peserta didik untuk benar-benar kembali ke kondisi normal, setelah sebelumnya mengikuti rangkaian hypnoteaching.
Di kondisi normal inilah guru juga melakukan sesi evaluasi.
Evaluasi bisa disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan. Guru bisa melakukan diskusi dengan peserta didik tentang apa yang dirasakan selama sesi hypnoteaching tadi. Bagaimana perubahan emosi dan persepsi yang terjadi. Mintalah perwakilan peserta didik untuk menjawab dari apa yang ditanyakan, lalu berikan saran dan tindak lanjut (misalnya jika ada yang merasa kesulitan mengikuti sugesti, atau hal lainnya).
Nah kemudian untuk mengukur seberapa jauh penerimaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru tadi (bagi yang menggunakan teaching suggestion), suruhlah peserta didik untuk membuat resume/ringkasan tentang keterserapan materi yang diterimanya tadi. Dari situlah guru bisa menilai seberapa efektif peningkatannya, termasuk prosentase penerimaan peserta didik.
Bagi yang menggunakan teknik “imphasis in teaching suggestion” di tahap normal ini mulailah untuk sudah mengarah ke awalan materi pelajaran dan bertahap merambah ke materi pelajaran. Siapkan materi pelajaran yang akan disampaikan. Pastikan materi yang akan disajikan sudah tertata dengan baik, karena keyakinan peserta didik terhadap guru juga sudah tertata sejak awal memulai hipnoteaching. Jadi, jangan sampai ada kesan guru kurang menguasai materi. Karena itu akan memengaruhi kepercayaan bahkan kenyamanan peserta didik.
Itulah paparan tentang teknik hipnoteaching. Anda bisa praktik hypnoteaching mulai saat ini, mulailah dari kebiasaan bercakap dan bentuklah jatidiri mengajar anda (guru/dosen). Kemudian berikut ini adalah teknik singkat melakukan hypnoteaching, dengan cukup melakukan relaksasi dan penekanan kesiapan belajar peserta didik. Teknik ini bisa digunakan karena keterbatasan waktu, atau metode hypnoteaching yang dipadu dengan metode/model pembelajaran yang lain. Dengan urutan: prefix, core, dan suffix. Berikut penjelasannya.
Prefix
Ini adalah awalan dimana guru menggabungkan pra induction dan induction. Di tahap ini guru bisa memainkan game ringan terlebih dahulu, untuk melihat minat/antusias dan respek peserta didik terhadap perintah guru. Game ringan bisa dimainkan seperti senam otak, tepuk-tepuk bervariasi, permainan kata dan lain sebagainya. Jika peserta didik dapat mengikuti intruksi guru dengan baik barulah persilahkan peserta didik untuk duduk tenang dan relaks. Disinilah guru mulai mengondisikan ketenangan dan relaksasi peserta didik. Game ringan adalah pre-induksi, jika peserta didik sudah bisa mengkuti intruksi game yang diberikan artinya sudah bersedia menerima perintah guru. Guru bisa langsung menuju tahap induksi/relaksasi. Contoh skrip: “Duduklah dengan tenang, pastikan seluruh tubuhmu rileks, dan rasakan kenyamanan benar-benar hadir pada dirimu. Saya akan menghitung mundur dari 3 sampai 1. Rasakan kenyaman yang dalam disetiap hitungan. Tiga, tubuhmu terasa sangat nyaman sekali. Dua, dengan kenyamanan itu, hatimu begitu damai, dan pikiranmu memasuki alam bawah sadarnya. Satu, kamu benar-benar masuk ke alam bawah sadar dengan sangat baik, dan siap dengan semua intruksi saya.
Core
Core adalah tahap inti dari teknik sederhana ini. Di tahap ini guru memberi penekanan pada peserta didik tentang kesiapan mengikuti kegiatan pembelajaran. Langsung saja ke contoh skripnya: “Rasakan kenyamananmu sangat dalam, kuatkan di alam bawah sadarmu tentang kesungguhan belajarmu. Ketika saya menyampaikan materi pelajaran baik saat ini maupun dikesempatan lain, kamu memerhatikan dengan serius dan dapat dengan mudah memahami apa yang saya sampaikan”. Setelah memberi sugesti untuk penguatan belajar, silakan guru langsung mengakhirinya dengan “suffix”.
Suffix
Pandulah peserta didik untuk kembali ke pikiran sadarnya. Contoh skrip: “Adek-adek siswa kelas…, apa yang saya sampaikan tadi benar-benar tertanam di alam bawah sadarmu. Setelah ini bangunlah dan buka matamu, kembalilah ke alam sadar seperti sedia kala. Bukalah mata perlahan sekarang juga kembalilah ke alam sadarmu. Ya bagus sekali”.
Atau guru juga bisa menggunakan hitungan, misalnya: “saya akan menghitung dari 1 sampai 3. Dalam setiap hitungan kembalilah ke pikiran sadarmu.
Satu, bukalah matamu perlahan. Dua, bernafaslah dengan lega dan kembalilah ke pikiran sadarmu dengan sempurna. Tiga, lebarkan senyummmu, kamu telah berada di kondisi sadar dengan keadaan tubuh yang lebih sehat. Bagus sekali”.
Kemudian bisa dilanjutkan dengan proses kegiatan belajar mengajar yang sudah dirancang tentunya. Silahkan guru bisa menggunakan metode atau model pembelejaran apapun, setelah proses hypnoteaching tadi.
Praktik hypnoteaching di kelas tidak harus dilakukan dalam setiap sesi pembelajaran. Guru bisa melakukan setiap 1 minggu, 2 minggu, atau sebulan. Tergantung kenyamanannya. Sebagai contoh: jika hypnoteaching diterapkan 2 minggu sekali, maka pada tahap “teaching suggestion” perlu ada skrip yang menegaskan “bahwa kekuatan sugesti bertahan dengan sangat baik selama dua minggu kedepan, atau bahkan bisa dibuat bertahan permanen”.
Sebagai tolak ukur keberhasilan hypnoteaching ini, silahkan bisa di observasi bagaimana perubahan sikap, karakter, rasa ingin tahu peserta didik terhadap materi pelajaran, hasil pengerjaan tugas, dan nilai ulangan. Atau hal lain yang relevan.
Demikian bapak/ibu pendidik hebat dan para pembaca sekalian untuk ulasan mengenai hypnoeteaching. Anda tidak harus mengacu 100% pada teknik hipnoteaching yang kami paparkan disini. Silakan kembangkan dan modifikasi teknik ini, karena sebenarnya keberhasilan pelaksanaan hypnoteaching adalah tergantung dari guru itu sendiri. Bagaimana guru mengolah dan membuat teknik pembelajaran model hypnoteaching ini lebih kreatif dan tentu menarik buat peserta didik.
Kesimpulan
Hypnoteaching adalah teknik mengelola pikiran dalam kegiatan pembelajaran yang memiliki standar tahapan yang tetap, tapi flexible dalam inovasi dan pengelolaannya. Membahas hypnoteaching sebenarnya bukan soal praktik hipnosis di dalam kelas saja. Tapi bagaimana sikap dan bahasa yang kita gunakan sehari-hari mengandung nilai sugesti positif yang dapat memengaruhi orang disekitar kita. Pilihlah tahapan dan teknik yang paling sesuai dengan mata pelajaran yang diampu dan kondisi yang paling memungkinkan buat Anda.
Selamat mempraktikkan.






