HIPNOTEACHING (POST 3)
Oleh: M. Juharuddin
Sorotan/006/2/IX/2025 - Edisi September Ke-II 2025
Contoh skrip pendalaman perintah agar rileks:
"Seiring didalam alam bawah sadar yang kamu selami, semakin dalam pula kenyamanan yang kamu rasakan. Rasakan kenyamananmu begitu nyata dari kepala hingga kaki, rasakan sensasi rileks dan damai diseluruh tubuhmu".
Contoh skrip deeping mengira mundur:
“Saya akan kembali menghitung mundur dari angkat 5 sampai dengan angka 1. Dalam setiap hitungan kamu semakin nyaman dengan kondisi alam bawah sadarmu. Lima, rasakan sensasi alam bawah sadarmu, rasakan kamu berada dalam kondisi nyaman yang sangat dalam. Empat, tetap fokus pada apa yang saya sampaikan, semakin kamu fokus pada kalimat yang saya sampaikan semakin kamu rileks dan ikhlas mengikuti semua sugesti dari saya. Tiga, bagus sekali, rasakan seluruh otot-otot tubuh benar-benar beristirahat. Dua, pada kedalaman alam bawah sadar yang kamu alami saat ini seluruh sistem tubuhmu berada pada tingkat relaksasi yang sangat dalam, juga secara otomatis menyempurnakan sistem kerja yang ada di seluruh tubuhmu. Satu, kamu benar-benar siap dengan segala kenyamanan untuk menerima semua sugesti dari saya”.
Atau dengan perintah pendalaman lainnya seperti visualisasi dan perintah merasakan ketenangan lebih dalam. Pendalaman ini penting agar peserta didik lebih mudah menerim peran guru dan pesan terkait metode pembelajarannya.
4. Tes Tingkat Kedalaman
Selanjutnya adalah tahap depth lavel test, yaitu tes atau pengamatan kedalaman “trance” peserta didik. Anda (guru) bisa melakukan tes sederhana untuk menguji kedalaman alam bawah sadar peserta didik. Contoh tes yang bisa dilakukan: perintahkan peserta didik menggerakkan jari telunjuknya sebanyak 5 kali, perintahkan agar tangan seolah terangkat oleh balon lalu guru meletuskan balonnya dan tangan terjatuh dengan lemas, beri pertanyaan yang hanya dijawab dengan anggukan atau mengelengkan kepala, dan lain sebagainya. Silahkan bisa dikembangkan.
Contoh skrip tes tingkat kedalaman:
“Bayangkan pergelangan tangan sebelah kananmu diikat dengan tali yang tersambung balon terbang. Balon itu terbang semakin tinggi, otomatis tangan kanan mu juga ikut terangkat, tangankananmu terasa ringan terangkat. Dalam hitungan ketiga saya akan menusuk balon terbang yang mengangkat tanganmu dan seketika tanganmu jatuh lemas terkulai. Satu, dua, tiga, doorr…”
Jika peserta didik bisa mengikuti instruksi guru dengan baik, sesuai Arah.
Berarti mereka sudah berada pada kedalaman alam bawah sadar yang baik, dan siap dengan tahap selanjutnya.
Silakan, guru bisa mengembangkan cara dan metode pengujian tingkat departemen. Buatlah skrip yang sederhana dan mudah diikuti.
5. Saran Pengajaran
Tahap ini disebut sebagai tahap inti, dimana guru akan mengelola peserta didik dengan tekanan kesungguhan belajar melalui alam bawah sadarnya. Kemudian guru akan memberikan materi pelajaran pada tahap ini. Pada tahap ini juga diberlakukan konteks skrip sesuai kebutuhan peserta didik, sesuai kondisi kelas, atau kebutuhan mayoritas di kelas itu.
Setelah peserta didik dipastikan memasuki kondisi trans (alam bawah sadar), mulai memainkan sugesti pada tujuan utama hypnoteaching. Yaitu memberikan sugesti agar peserta didik siap dan terbuka menerima segala materi mata pelajaran yang akan diberikan saat ini.
Adapun pada tahap saran pengajaran ini terdiri dari 3 bagian. Pertama: Skrip konfirmasi awal (skrip penegasan awal pengajaran). Kedua: Naskah kalimat pengajaran (skrip kalimat pengajaran). Ketiga: Naskah penutup pengajaran (skrip penutup pengajaran).
Pertama: Skrip konfirmasi awal
Pada tahap ini guru memberikan sugesti penegasan sebagai bentuk konfirmasi ulang, bahwa sebentar lagi mereka (peserta didik) akan segere menerima materi pelajaran melalui teknik hypnoteaching, agar peserta didik lebih fokus namun tetap senang, dan tenang. Berikut contoh skripsinya:
“Anakku peserta didik kelas …., sebentar lagi saya akan memberikan materi-materi pelajaran tentang …. (isi tema/bab), materi ini sangat menarik bagi Anda dan penting untuk Anda mengerti dan memahami. Oleh karena itu seriuslah dalam menerima materi yang akan saya sampaikan, perhatikan semua hal yang saya jelaskan dengan seksama. Catat bila ada poin-poin yang penting. Tetap ikuti kegiatan pembelajaran dengan nyaman, fokus, dan sungguh-sungguh.
Kedua: Mengajarkan skrip kalimat
Ini adalah tahap yang cukup rumit, dimana peserta didik akan dibawa untuk membuka mata tetapi tetap dalam kendali alam bawah sadar, itulah sebabnya mengapa tahapan awal sangat penting, karena untuk memastikan peserta didik benar-benar telah memasuki kondisi trans dan siap dengan tahap selanjutnya. Berikut contoh skripsinya:
“Kalian akan segera saya perintahkan untuk membuka mata, namun tetap berada pada kondisi alam bawah sadar, dan tetap dalam kendali saya, hanya fokus pada apa yang saya sampaikan. Saya akan menghitung mundur dari angka 3 ke angka 1, dalam setiap perhitungan memulai buka mata kalian. Tiga, pelan-pelan buka mata kalian, bernapaslah dengan normal, dan mulai duduk normal di kursi (lantai) biasa dan santai saja. Dua, kembangkan senyum kalian sambil tarik napas dalam, katakan di dalam hati; saya siap menerima materi pelajaran. Satu, semua materi pelajaran yang akan saya sampaikan dapat kamu terima dan kamu pahami dengan mudah. Berikut materi yang saya sampaikan”.
Nah, di tahap ini guru harus sudah menyiapkan materi, ringkaslah materi dengan lebih padat pada point-point inti. Mana bagian-bagian penting yang harus dipahami dan dipahami oleh peserta didik. Setelah peserta didik siap, silahkan mulai Anda (guru/dosen) menyampaikan materi pelajaran yang sudah tertanam.
Beri penekanan kepada peserta didik untuk memahami materi yang baru disampaikan dengan sempurna, dan menjadi bekal ilmu yang permanen dan bermanfaat. Setelah guru dirasa cukup menyampaikan materinya. Barulah melanjutkan tahap berikutnya, yaitu penghentian pengajaran.
Namun pada tahap saran pengajaran ini. Guru bisa memilih untuk hanya memberi penekanan tentang kesiapan alam bawah sadar dalam menerima materi pelajaran yang nantinya akan disampaikan. Jika yang dipilih adalah teknik ini maka disebut dengan istilah “penekanan dalam saran pengajaran” yaitu sebuah penekanan penting agar peserta didik benar-benar siap menerima materi pembelajaran yang akan disampaikan. Peserta didik tidak perlu di sugestikan untuk membuka mata, cukup dengan menekan dan langsung melanjutkan tahap berikutnya sampai selesai.
Adapun materi pelajaran disampaikan setelah peserta didik selesai mengikuti sesi penguatan alam bawah sadar, sampai dengan tahap akhir yaitu setelah post hypnotic / normal.
Jika guru memilih untuk tidak menyampaikan materi dengan teknik “saran pengajaran”, dan lebih memilih “penekanan dalam saran pengajaran” maka berikut adalah contoh skripnya:
“Anak-anak, siswa kelas…., kalian adalah siwa siswi hebat, pandai sekali menempatkan diri dalam ruang kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu tanamkan sekarang juga di alam bawah sadarmu, bahwa kamu bersungguh-sungguh menerima materi pelajaran ….. (mapel/babnya). Apa yang saya sampaikan ketika menjelaskan materi pelajaran nanti, semuanya dapat kamu terima dengan baik, dapat kamu menangkap dengan baik, dan bisa dipahami dengan mudah.”
Jika guru menggunakan teknik “penekanan dalam saran pengajaran” pada tahap saran pengajaran ini. Maka setelah penekanan skrip sebagaimana contoh diatas bisa langsung menuju tahap berikutnya yaitu “termination (pengakhiran trance). Namun jika guru menggunakan teknik “teaching sugesti” dengan tiga tahap sesuai penjelasan di atas, maka setelah guru selesai menjelaskan/membacakan skrip singkat poin penting materi pelajaran, bisa dilanlutkan ke tahap berikutnya yaitu “teaching terminasi” (sesi pengakhiran sugesti pengajaran).
Nah setelah guru selesai menyampaikan materinya, barulah kembali mengarahkan peserta didik untuk kembali terpejam mata. Karenanya peserta sejati didikan itu masih berada di tengah proses hipnotis. Guru bisa menggunakan contoh skrip dibawah ini:
“Saya baru saja menyampaikan materi pelajaran, walaupun singkat dan padat namun memahami dan mengertilah bahwa apa yang saya sampaikan sangat mudah kamu cerna dan kamu juga hafal dengan sangat jelas. Saya akan mengembalikan kamu dalal posisi terpejam mata, tetap dengan kondisi yang nyaman dan tenang. Tetap dalam kondisi alam bawah sadar. Saya akan menghitung mundur dari tiga ke satu, dengan kamu kembali memejamkan mata. Tiga, pejamkan mata sekarang juga dengan tetap merasakan kenyamanan. Dua, bernafalah dengan beberapa dan merasakan seluruh tubuhmu sangat dan nyaman sekali. Satu, kamu telah kembali terpejam mata dengan tetap berada di alam bawah sadar. Tetap fokus dengan apa yang saya sampaikan. Bagus sekali”.
Baik, selanjutnya adalah tahap ke-6 yaitu penghentian. Kami akan membahas teknik yang pertama dulu, yaitu bagi guru yang menggunakan “saran pengajaran” setelah selesai dengan pemberian materi pelajaran maka langsung dilanjutkan ke tahap “penghentian pengajaran”, yaitu teknik dimana guru memberi perintah kepada peserta didik untuk mengakhiri sesi trans pasca penyampaian materi pelajaran. Berikut penjelasannya.
6. Penghentian Pengajaran
Pada tahap ini peserta didik secara perlahan dibawa kembali ke kondisi sadar penuh (alam sadar). Guru bisa menggunakan teknik hitungan maju (misal dari angka 1 sampai 5) atau intruksi (semakin sadar, segar, dan tetap nyaman). Berikut contoh skripsinya.
Jumlah Skrip:
“Saya akan menghitung dari angka 1 sampai 5. Dalam setiap hitungan kembalilah ke alam sadar kalian. Apa yang saya sampaikan tadi benar-benar tersimpan dengan sempurna ke alam bawah sadarmu, mampu dicerna dan dipahami dengan sangat baik. Satu, kembali ke alam sadar kalian. Dua, pastikan kondisi tubuhmu terasa segar dan prima. Tiga, bukalah matamu perlahan dan kembangkanlah senyummu. Empat, buka mata dengan sempurna dan sambutlah tubuhmu dengan suasana yang menyenangkan. Lima, kamu telah kembali ke alam sadar dengan sangat baik dan sempurna dengan tetap membawa pemahaman materi pelajaran yang lebih baik dari sebelumnya”.
Atau guru bisa memakai skrip intruksi yang kedua yaitu memerintahkan peserta didik untuk kembali sadar tanpa menghitung perintah. Contoh skripsi:
“Kembalilah ke pikiran sadarmu, dengan kondisi yang semakin segar dan segar, mulai perlahan membuka matamu sambil mengembangkan senyuman. Buka mata dan bernafaslah dengan lega, saat ini kamu sudah kembali ke alam sadar dengan membawa pemahan baru, pengetahuan baru, dan kesehatan tubuh yang berlipat. Bagus sekali, bernafas dengan wajar dan merasakan hatimu sangat lega, pikiranmu sangat cerah”.
Itu adalah teknik dan contoh skrip pada tahap “penghentian pengajaran” ketika guru menggunakan metode “saran pengajaran” yaitu teknik mengajar dalam kondisi peserta didik di alam bawah sadar dengan mata terbuka. Namun perlu diingat, untuk tehnik ini tidak semua materi pelajaran cocok, teknik ini paling pas digunakan untuk menghafal atau mengingat materi (bisa mata pelajaran bahasa untuk menghafal kosa kata atau kalimat, bisa juga mata pelajaran agama untuk menghafal dan memahami ayat-ayat atau kitab suci). Namun untuk mata pelajaran yang babnya mengajarkan tentang contoh-contoh atau supaya siswa bisa paham itu harus melakukan latihan-latihan soal, atau penulisan kode-kode atau rumus tertentu, maka sebaiknya menggunakan teknik “imphasis in teaching suggest” yaitu dimana proses hipnosis adalah penekanan tentang keterbukaan alam bawah sadar dalam mengikuti materi pelajaran yang akan disampaikan nanti saat setelah proses hipnosis ini sampai pada tahap normal.
Berikutnya adalah teknik terminasi saat guru memilih menggunakan “penekanan dalam saran pengajaran”. Setelah guru melakukan penekanan dan dorongan ke alam bawah sadar, untuk berfungsi lebih terbuka ketika guru menjelaskan materi pelajaran, sebagaimana naskah yang sudah dicontohkan pada tahap saran di atas. Maka langkah berikutnya adalah tahap terminasi, yaitu pengembalian peserta didik pada kondisi normal (alam sadar), sebenarnya tidak banyak berbeda dengan contoh skrip perhitungan atau perintah kembali sadar, segar, dan bahagia.
