Kendal - Jawa Tengah

Jumat, 23 Mei 2025

KASMARAN

12:31:00 PM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments

 KASMARAN

Secara tidak terduga sang pangeran yang menjadi pewaris tahta jatuh sakit. Sudah banyak tabib yang didatangkan untuk memeriksa dan mengobati tapi tidak seorang pun mampu menyembuhkannya. Akhirnya Baginda Raja mengadakan sayembara. Sayembara boleh diikuti oleh rakyat dari semua lapisan, tidak terkecuali oleh para penduduk negeri tetangga.

Sayembara yang menyediakan hadiah menggiurkan itu dalam waktu beberapa hari berhasil menyerap sangat banyak peserta. Namun tidak satupun dari mereka berhasil mengobati penyakit sang pangeran. Akhirnya sebagai sahabat dekat, Abu Nawas menawarkan diri untuk menolong sang putra mahkota.

Baginda Harun Al Rasyid menerima usul itu dengan penuh harap meski Abu Nawas bukanlah seorang tabib. Abu Nawas sadar bahwa dirinya bukan tabib. Dari itu ia tidak membawa peralatan apa-apa. Para tabib yang ada di istana tercengang melihat Abu Nawas yang datang tanpa peralatan yang mungkin diperlukan. Mereka berpikir mungkinkah orang macam Abu Nawas ini bisa mengobati penyakit serius sang pangeran? Sedangkan para tabib terkenal dengan peralatan yang lengkap saja tidak sanggup. Bahkan penyakitnya tidak terlacak. Abu Nawas merasa bahwa seluruh perhatian tertuju padanya. Namun Abu Nawas tidak begitu memperdulikannya. Abu Nawas dipersilahkan memasuki kamar pangeran yang sedang terbaring. la menghampiri sang pangeran dan duduk di sisinya.

Setelah Abu Nawas dan sang pangeran saling pandang beberapa saat, Abu Nawas berkata,

"Saya membutuhkan seorang orang tua yang di masa mudanya sering mengembara ke pelosok negeri."

Orang tua yang diinginkan Abu Nawas didatangkan, Abu Nawas berkata,

"Sebutkan satu persatu nama-nama desa di daerah selatan."

Ketika orang tua itu menyebutkan nama-nama desa bagian selatan, Abu Nawas menempelkan telinganya ke dada sang pangeran. Kemudian Abu Nawas memerintahkan agar menyebutkan bagian utara, barat dan timur. Setelah semua bagian negeri disebutkan, Abu Nawas mohon agar diizinkan mengunjungi sebuah desa di sebelah utara.

Raja merasa heran dan berkata,

"Engkau kuundang ke sini bukan untuk bertamasya." 

"Ampun baginda, hamba tidak bermaksud berlibur."  Kata Abu Nawas.

"Jadi apa juga tujuanmu?, Jelaskan, aku belum paham." Kata Raja.

"Maafkan hamba, Paduka Yang Mulia. Kurang bijaksana rasanya bila hamba menjelaskan sekarang !!" Kata Abu Nawas.

Baginda Raja memberi izin Abu Nawas pergi selama dua hari meski dengan rasa penasaran.

Sekembalinya dari desa perjalanannya, Abu Nawas langsung menemui sang pangeran yang tengah terbaring lemas, Abu Nawas kemudian  membisikkan sesuatu pada pangeran, kemudian menempelkan telinganya ke dada sang pangeran. Setelah itu Abu Nawas langsung menghadap Raja.

"Apakah Yang Mulia masih menginginkan sang pangeran tetap hidup?"  Tanya Abu Nawas.

"Apa maksud perkataan mu?" Tanya Raja dengan kaget.

"Sang pangeran sedang jatuh cinta pada seorang gadis desa di sebelah utara negeri ini." Kata Abu Nawas menjelaskan.

"Bagaimana kau tahu?" Tanya Baginda kembali.

"Beberapa hari yang lalu ketika nama-nama desa di seluruh negeri disebutkan oleh orang tua pengelana itu, tiba-tiba degup jantung pangeran bertambah keras saat mendengarkan nama sebuah desa di bagian utara negeri ini. Sang pangeran tidak berani mengutarakannya kepada Baginda jika ia telah jatuh cinta pada seorang gadis desa tersebut." Jelas Abu Nawas.

"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya raja.

"Cara satu-satunya adalah dengan mengawinkan pangeran dengan gadis desa itu." Jawab Abu Nawas.

"Bagaimana jika tidak?" Tanya Raja ragu-ragu.

"Cinta itu buta Tuanku. Bila kita tidak berusaha mengobati kebutaannya, maka ia akan segera mabegituu Kata Abu Nawas meyakinkan.

Baginda pun tidak bisa menolak saran Abu Nawas. Sang pangeran adalah pewaris tahta kerajaan. Abu Nawas benar, begi mendengar persetujuan sang Baginda Raja, sang pangeran berangsur-angsur pulih. Sebagai tanda terima kasih baginda raja, Abu Nawas diberi hadiah atas bantuannya.

Rabu, 23 April 2025

POHON APEL DAN ANAK LELAKI

6:45:00 AM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments

POHON APEL DAN ANAK LELAKI

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. " Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada dipohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel.

Kemudian, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi denganku." Kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf, anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. " "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.

Kamu mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi kadang begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan, teman, sahabat & saudara. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.


Senin, 24 Februari 2025

FADHILAH MENDOAKAN UMAT RASULULLAH SAW

5:03:00 PM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments

FADHILAH MENDOAKAN UMAT RASULULLAH SAW


Berkata Al Imam Quthubil Ghaust wa Quthubil Akwan As Syeikh As Sayyid Samman Al Madani ( Penjaga Makam RASULULLAH SAW )
"Tidaklah aku diangkat ALLAH SWT menjadi Al Wali Quthbil Ghaust dan Quthbil Akwan melainkan disebabkan aku selalu rutin membaca d'oa

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ اجْبُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

"ALLAHUMMAGHFIR LI UMMATI SAYYIDINA MUHAMMAD,
ALLAHUMMARHAM UMMATA SAYYIDININA MUHAMMAD,
ALLAHUMMASTUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD,
ALLAHUMMAJBUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW"

secara 4x berturut-turut setelah selesai sholat subuh."

Berkata Abah Guru Sekumpul,
"Barangsiapa membaca doa tersebut (Allahummaghfir li ummati Sayyidina Muhammad dst....) empat kali sesudah sholat subuh diantara fadhilah mengamalkannya:

1. Dimasukkan jumlah martabat fadhilah wali qutub.

2. Dijadikan kaya dan mudah rizkinya.

3. Naik pangkat dunia dan akhiratnya.

4. Akhir umurnya husnul khotimah, dan lain-lain.

Tetapi selain kita membaca doanya perlu diamalkan dalam kehidupan :

- Harus siap mengampuni/memaafkan kesalahan orang lain.

- Harus kasih sayang kepada umat Rasulullah saw.

- Harus siap menutupi aib dan kekurangan umat Rasulullah saw.

- Harus menyenangkan hati umat Rasulullah saw.

ALLAHUMMAGHFIRLI UMMATI SAYYIDINA MUHAMMAD
1) Ya Allah berilah ampunan umat baginda kami Sayyidina Muhammad SAW

ALLAHUMMARHAM UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD
2) Ya Allah sayangilah umat baginda kami Sayyidina Muhammad SAW

ALLAHUMMASTUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD
3) Ya Allah sempurnakanlah (kelalaian) kekurangan umat baginda kami Sayyidina Muhammad SAW

ALLAHUMMAJBUR UMMATA SAYYIDINA MUHAMMAD
4) Ya Allah perbaikilah umat baginda kami Sayyidina Muhammad SAW.

Sabtu, 04 Januari 2025

KEMULIAAN BULAN RAJAB (BAG. 1)

8:52:00 PM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments

KEMULIAAN BULAN RAJAB 


Bagian 1


Bulan Rajab mulia dan pantas di muliakan karena beberapa alasan yang memang menjadi kekhasan atau memang terjadinya di bulan Rajab.
 
Ada 3 alasan yang menjadikan bulan Rajab pantas dimuliakan, antara lain ;
1. Bulan Rajab adalah bulan haram ( bulan yang dimuliakan).
2. Didalam bulan Rajab ada peristiwa isro mikroj yang merupakan salah satu mukjizat nabi Muhammad SAW.
3. Adanya perintah sholat yang merupakan perintah terbesar untuk manusia sampai akhir zaman.

Itulah beberapa hal yang menjadi alasan tentang dimuliakanya bulan Ramadhan bagi umat islam.
 
Sekarang mari kita bahas satu persatu.
 
1. BULAN RAJAB SEBAGAI BULAN HARAM

 Bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan oleh masyarakat Arab sejak dulu, bahkan sebelum diutusnya nabi Muhammad SAW. Ia dikenal sebagai salah satu bulan yang dilarang berperang,  dilarang berbuat dzolim dan mendzolimi diri sendiri serta dianjurkan untuk banyak berbuat baik. Bulan seperti ini didalam Islam dikenal dengan ASHURUL HURUM ( Bulan2 haram ) , yang ada 4 bulan yaitu bulan Dzul qoidah, Dzulhijjah, Muharam dan Rajab, seperti disebutkan dalam QSS. At-Taubah ayat 36 yang berbunyi:

"Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ada 12 dalam ketetapan Allah pada saat IA menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada 4 bulan haram. Itulah agama yang lurus. Maka janganlah kamu mendzolimi dirimu dalam bulan yang empat itu, dan peranginan kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang2 yang bertakwa" ( QS. At-Taubah 36 )

APA YANG DILAKUKAN PADA BULAN RAJAB SEBAGAI BULAN HARAM

1. Banyak beramal baik seperti puasa senin Kamis, syamil bidh dan atau puasa mutlak di bulan Rajab, memperbanyak sedekah, membaca Al que, an dan membaca sholawat atau dzikir2 yang lain. karena beramal didalamnya diberi pahala yg berlipat dibanding bulan2 lainya, begitu pula dosa juga dilipatkan bagi orang2 yang berbuat maksiat di bulan ini.
2. Memperbanyak memohon ampun ( beristighfar) yang dicontohkan oleh nabi muhammad SAW, dengan membaca  "ROBIGHFIRLI WARHAMNI WATUB ALAYYA" sebanyak 70 X setiap hari selama bulan Rajab atau boleh istighfar yang lainya seperti yang biasa kita baca disetiap bakda sholat,  sayidul istighfar atau istighfar Abdullah bin Sulthan, dll
3. Memperbanyak berdo'a memohon keberkahan bulan Rajab dan diberi panjang umur supaya bisa menyaksikan dan melewati bulan raja,b, seakan dan Romadhon sambil mensucikan diri dan berbuat banyak kebaikan. Rosulullah mengajarkan do'a. 
 "ALLAHUMA BARIKLANA FI ROJABA WA SYAKBANA WA BALIGHNA ROMADHONA "
dianjurkan sering dibaca di bulan ini sebanyak - banyaknya.

Penulis ;
Abah Eko Assyadzily (Pengasuh Majlis Yasin dan Sholawst "NURUL MUBAROK" Kendal)

Minggu, 03 November 2024

MELAMPAUI BATAS

7:59:00 AM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments

Melampaui Batasan

Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Arif. Sejak kecil, Arif selalu dianggap lemah dan tidak berbakat oleh teman-temannya. Mereka sering mengejeknya karena ia tidak mampu berlari secepat mereka atau menyelesaikan tugas sekolah dengan baik. Namun, Arif memiliki satu impian yang besar: ingin menjadi seorang atlet lari.

Setiap pagi sebelum matahari terbit, Arif akan berlatih berlari di ladang. Ia tahu bahwa tubuhnya tidak sekuat teman-temannya, tetapi ia memiliki semangat yang tak tergoyahkan. Arif tidak pernah menyerah meski langkahnya lambat dan kadang terjatuh. Ia selalu bangkit dan melanjutkan latihannya.

Suatu hari, desa itu mengadakan lomba lari antar siswa. Arif memutuskan untuk ikut, meskipun teman-temannya mengejeknya lagi. "Mengapa kamu ikut? Kamu pasti akan kalah," kata salah seorang temannya. Namun, Arif hanya tersenyum dan menjawab, "Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa melakukannya."

Hari perlombaan tiba, dan semua orang berkumpul di lapangan. Para peserta tampak percaya diri, sedangkan Arif merasa gemetar. Namun, ia ingat semua latihan yang telah dilakukannya dan bagaimana kerasnya usaha tersebut. Ketika peluit dibunyikan, Arif berlari dengan segenap tenaga.

Meskipun perlahan, ia tidak menyerah. Di tengah perlombaan, banyak peserta lainnya sudah jauh di depannya. Namun, Arif terus berlari, fokus pada langkah-langkahnya. Di akhir lomba, ia mencapai garis finis dengan penuh semangat, meskipun berada di urutan terakhir.

Saat itulah, suara tepuk tangan bergemuruh. Orang-orang di desa terkejut melihat Arif bergerak maju hingga garis finis. Mereka mulai mengerti bahwa keberanian dan usaha Arif jauh lebih berarti daripada sekadar hasil akhir. Arif menyadari bahwa ia telah melampaui batasan yang ditetapkan oleh orang lain, dan lebih penting lagi, batasan yang ia buat untuk dirinya sendiri.

Pengalaman itu mengubah hidup Arif. Ia bertemu dengan pelatih yang melihat potensi dalam dirinya dan membawanya ke pelatihan profesional. Berkat ketekunan dan kerja keras, Arif mulai berprestasi di berbagai perlombaan. Ia belajar bahwa meskipun perjalanan panjang dan penuh rintangan, selalu ada harapan dan kekuatan dalam diri kita untuk melampaui batasan.

Arif tidak hanya menjadi atlet handal, tetapi juga menginspirasi banyak orang di desanya. Ia sering berbagi kisahnya dan mengajak anak-anak untuk tidak takut bermimpi. "Jangan biarkan orang lain menentukan batasanmu. Hanya kamu yang bisa melampauinya," nasihatnya.

Dengan tekad dan harapan, Arif menunjukkan bahwa setiap orang memiliki potensi yang luar biasa, dan dengan semangat yang tak pernah padam, kita semua bisa melampaui batasan kita sendiri.

Selasa, 27 September 2022

SHOLAWAT NARIYAH

7:44:00 PM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments

 


SHOLAWAT NARIYAH


أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Artinya :
Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Fadhilahnya :
Di ceritakan oleh Syaikh Muhammad At-Tunisii, bahwa sholawat ini memiliki khasiat yang banyak sekali, lagi sangat mena'jubkan diantaranya :

1. Apabila sholawat tersebut dibaca 11 kali pada setiap hari, maka Allah akan memudahkan rizqinya dan diangkat derajatnya di mata masyarakat serta di selamatkan dari semua bala' (musibah/bencana) dhohir dan bathin.

2. Apabila dibaca 31 kali pada setiap selesai sholat shubuh, maka Allah akan memudahkan segala macam urusannya dalam setiap usahanya.

3. Apabila dibaca 90 kali pada setiap harinya maka Allah akan menghilangkan kedukaannya, di mudahkan rizqinya, di jauhkan dari segala penyakit, di bukakan pintu kebajikan, sehingga semua orang akan menaruh rasa senang kepadanya.

4. Apabila di baca 300 kali di dalam suatu majelis (secara bersama-sama), maka Allah akan mengabulkan hajatnya yang besar di samping itu akan di jauhkan dari marabahaya yang besar.

5. Apabila punya hajat yang ingin tercapai maka bacalah 100 kali setiap hari.

6. Apabila seseorang punya hajat yang besar agar benar-benar sukses dan tercapai secara gemilang, maka bacalah sholawat nariyah sebanyak 4444 kali (empat ribu empat ratus empat puluh empat kali) lalu mohon dikabulkan hajatnya, maka insya Allah dapat berhasil.

7. Jika kehilangan barang, maka bacalah sholawat nariyah 4444 kali, kemudian berdo'a: "yaa Allah, dengan berkahnya sholawat nariyah ini, barang saya mohon di kembalikan". Do'a di ulang 11 kali, insya Allah barangnya segera kembali atau di kembalikan.

8. Barangsiapa yang membaca sholawat nariyah 21 kali tiap lepas sholat Maghrib dan Shubuh, orang tsb. akan terjaga dari segala musibah.

9. Dalam kitab Khozinatul Asror dijelaskan, Salah satu ialah Sholawat Tafrijiyah mustajab Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Sholawat Nariyah, karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang di cita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai, mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca sholawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, maka tercapailah apa sholawat yang yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).

10. Imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa yang membaca sholawat ini sehabis sholat (Fardlu) 11 kali digunakan sebagai wiridan, maka rizqinya tidak akan putus seperti turunnya hujan, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.

Allahhuma Sholi'Alla Muhamad

Selasa, 09 Agustus 2022

IJAZAH AMALAN SAAT MENGHADAPI PERMASALAHAN YANG SANGAT RUMIT

9:10:00 PM Posted by M. Juharuddin Mutohar No comments

 


IJAZAH AMALAN SAAT MENGHADAPI PERMASALAHAN YANG SANGAT RUMIT

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Adib Rofiuddin Izza, memberikan ijazah sebuah bacaan untuk diamalkan ketika sedang menghadapi masalah yang sangat rumit. Ijazah ini diberikan kepada seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia.

“Saya menyampaikan kepada semua, saudara-saudara semua, satu ijazah bacaan agar kita semua dimudahkan oleh Allah (yaitu) membaca dua ayat terakhir surat At-Taubah,” kata Kiai Adib dalam sebuah tayangan di YouTube NU Online, Kamis (3/3/2022) malam.

Dijelaskan Kiai Adib, dua ayat terakhir QS At-Taubah itu dibaca sekali waktu dalam sehari semalam sebanyak 41 kali. Waktu membacanya bisa dipilih sendiri. Boleh pagi, siang, sore, maupun malam.

“Kalau itu rutin dibaca, insyaallah akan dimudahkan oleh Allah. Serumit apapun urusan, akan dibukakan oleh Allah,” ucap Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat itu.

Lebih lanjut, Kiai Adib menjelaskan jika sedang menghadapi permasalahan yang dirasa sangat rumit maka bacalah dua ayat terakhir QS At-Taubah itu pada malam hari sebanyak 170 kali. Akan tetapi, apabila 170 kali itu terlalu banyak maka cukup dibaca hanya 100 kali. 

“Tapi yang utama, kalau menghadapi masalah yang rumit, maka bacalah 170 kali setiap malam. Kalau kebanyakan, cukup 100 kali. Untuk sehari semalam, cukup baca 41 kali. Sekali lagi, dua ayat terakhir surat At-Taubah,” tandasnya. 

Kiai Adib juga menjelaskan bahwa dalam setiap bacaan atau amalan memiliki dua fondasi utama. Kedua fondasi itu adalah istighfar dan shalawat. Ibarat obat, istighfar dan shalawat merupakan antibiotik.